-=[ meng HITAM ~ PUTIH kan PELANGI ]=-

-=[Selamat Datang Di blog Sederhana Ini Semoga Anda Senang Dengan Yang Kami Sajikan.!!]=-

Seuntai Salam

Kugoreskan Seuntai Salam penuh kehangatan
menghempaskan angin kedukaan
Melantun seiring nyanyian hati
Bergemuruh bersama sang waktu

Mencari onggokan kata-kata indah di Samudera
Bagai menyusuri Lautan yang paling dalam
Mencoba merangkai sederet puisi
Bagai menyusun ungkapan hati yang paling indah

Tatkala mentari berkejaran dengan rembulan
Apakah engkau akan tetap di sana?
Menunggu hingga kutuangkan bait-bait yang memenuhi otakku
Seakan ingin keluar dan menumpahkannya?

Karena kutetap menyulam kata
Cermin rasa dan keasaanku
Menampar semua keangkuhanku
Dan membiarkan baitku mengisi jagat raya

Tampilkan postingan dengan label Langkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Langkah. Tampilkan semua postingan

Haya' / malu


Bedakan antara "malu" dan "pemalu". Kita perlu memiliki sifat "malu", tapi jangan menjadi pemalu. Sifat yang terakhir (pemalu) sering berkonotasi negatif, misalnya malu melewati jalan sempit yang di kiri-kanannya banyak orang nongkrong; malu bertanya kepada guru; dan malu mengaji.

Dalam sebuah hadits disebutkan:
"alhaya-u syu'batu minal iman" (Malu itu sebagian dari iman).

Malu di sini adalah malu terhadap Allah Swt, seperti malu berbuat maksiat dan kejahatan. Ketika akan berbuat nakal, kita malu kepada Allah karena Dia selalu mengawasi kita. Ketika mau mencuri, berbuat curang, dan korupsi, kita pun malu karena Allah Maha Melihat kita.

Tawakkal kepada Allah



Allah Swt memberikan pujian terhadap hamba-hamba-Nya yang suka bekerja keras. Terhadap orang yang belajar disediakannya surga (Al-Hadits). Malah Allah Swt mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Jadi, bekerja keras merupakan akhlak yang terpuji. 

Tapi, adakalanya kita tidak sampai kepada cita-cita yang kita inginkan. Padahal kita sudah beberapa kali mengulangnya pekerjaan itu. Misal, Anda ikut UMPTN hingga tiga kali memilih universitas dan jurusan yang Anda cita-citakan. Anda pun sudah belajar secara sungguh-sungguh. Malah Anda ikut bimbingan belajar dengan mendatangkan guru privat les atau di pusat-pusat Bimbingan Belajar yang bagus. Tapi hasilnya tetap saja Anda tidak lulus. Tentu saja Anda kecewa. Dengan mengikuti gejolak emosimu, mungkin Anda akan mengatakan "penilaian dalam UMPTN tidak objektif", "terlalu banyak peserta yang melakukan KKN", Anda tentu atau kata-kata apa saja yang menunjukkan kebobrokan sistem UMPTN menurut persepsi Anda. boleh saja kecewa, itu manusiawi. Tapi Anda perlu mengembalikan semua kegagalan Anda kepada Allah Swt dengan jalan tawakkal.

Ada pepatah yang sangat bagus: "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda". Dan memang, dalam ajaran Islam, semua yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh tapi gagal, sebenarnya tidak gagal. Justru Allah Swt akan memberikan jalan lain yang lebih baik dan lebih cocok bagi jiwa kita. Banyak sekali orang yang memaksakan kehendaknya dengan cara-cara yang haram sekalipun. Benar, untuk tahap awal yang dia tuju ia berhasil.

Misal, berhasil lulus di Kedokteran melalui jasa Joki. Tapi mereka gagal di perguruan tingginya, karena sebenarnya bidang dan perguruan tinggi yang dipilihnya itu tidak cocok. Karena itulah, tawakkal adalah satu sikap yang cerdas dan dewasa, pilihan bagi umat yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir.

Dalam Al-Qur'an diungkapkan, yang artinya: "Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan memberikan kecukupan kepadanya. (QS At-Thalaq, 2)

Ikhlas dalam beramal

Manakah di antara dua orang ini yang berpikiran maju:
1. orang yang bekerja mencari keuntungan sesaat
2. orang yang bekerja mencari keuntungan abadi?
Pasti kamu memilih orang yang kedua.
Orang yang mencari keuntungan sesaat tidak akan berpikir tentang akibat yang terjadi di kemudian hari. Pokoknya hari ini beruntung. Esok hari, lusa? Gimana nanti
Orang yang sehat akan berpikir keberuntungan yang kekal-abadi.
Ajaran Islam memberikan kiat-kiatnya. Ketika bekerja, maka amalnya itu hanya didasarkan atas keikhlasan kepada Allah Swt. Ketika shalat, niatnya itu ditujukan kepada Allah semata. Ketika menolong orang pun didasarkan atas Allah Ta'ala. Makanya ketika orang yang dibantu itu tidak berterima kasih orang yang ikhlas tidak akan morang-maring. Biarlah manusia begitu asalkan Allah meridhai kita. Hanya amal yang ikhlas yang akan mendapat ganjaran dari sisi Allah Sang Pemberi Pahala.

Lawan ikhlas adalah riya, yaitu amal yang didasarkan atas pamer semata, sekedar untuk mendapatkan pujian dari manusia,tidak untuk Allah.

Dalam Al-Qur'an diungkapkan, yang artinya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan penuh keikhlasan kepada-Nya ...". Dalam ayat lainnya disebutkan, bahwa syetan tidak mampu menggoda manusia yang berbuat ikhlas.

TINDAKAN AKHLAQI DAN TINDAKAN ALAMI II

Dalam perspektif Ulama Persia yang non-sektarian ini tindakan akhlaqi hanyalah tindakan-tindakan yang bersifat "ikhtiyari", yakni tindakan-tindakan yang diusahakan dengan penuh kesungguhan. Adapun tindakan-tindakan yang "alami", sebagaimana sebagian tindakannya dilakukan oleh binatang, tidak termasuk ke dalam tindakan akhlaqi.

Seorang ibu yang mennyusukan bayinya bukanlah merupakan perbuatan akhlaqi, karena kambing dan sapi pun melakukannya. Demikian juga kedua orangtua - ibu dan bapak - yang mengasihi putera-puterinya bukanlah perbuatan akhlaqi karena binatang pun, malah harimau dan singa yang galak pun mengasihi anak-anaknya.

Seorang ibu dikatakan melakukan perbuatan akhlaqi manakala ia mendengar tangisan bayi orang lain, kemudian memungut dan menyusukannya. Dan para orangtua atau siapa saja orang-orang yang dewasa dipandang melakukan perbuatan akhlaqi manakala mereka mengasihi anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

Seorang kaya-raya yang membayar zakat dan memberi makan di hari kelaparan pun bukan merupakan tindakan akhlaqi, karena perbuatan ini bagi orang yang kaya-raya adalah perbuatan yang diwajibkan. Mereka dipandang melakukan perbuatan yang akhlaqi manakala meng-infaq-kan hartanya di luar kewajiban-kewajibannya; mungkin dengan memberi kehidupan kepada para ulama, membelikan kitab-kitabnya, memberikan beasiswa kepada para pelajar, memberikan modal usaha dan pelatihan manajerial bisnis kepada keluarga yang miskin, dan lain sebagainya yang dikategorikan sebagai tindakan perberdayaan orang-orang miskin.

Ibadah-ibadah wajib, seperti shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, zakat, dan hajji bagi orang yang mampu, Mengapa bukanlah perbuatan-perbuatan akhlaqi.

Jawabannya: Karena perbuatan menyembah Allah serta melakukan keta'atan kepada-Nya merupakan perbuatan-perbuatan alami, seperti halnya makan ketika lapar dan minum ketika haus. Hanya manusia brengsek, bejad moral, yang tidak mengerti akan hal ini.

Bukankah Al-Qur'an sendiri mengungkapkan, bahwa suka ataupun tidak suka semua makhlaq tunduk kepada Kekuasaan-Nya ?!

Beda halnya dengan shalat-shalat sunnah, puasa-puasan sunnah, dan hajji serta umrah ke sekian kalinya, terlebih-lebih infaq dan shadaqah di luar kewajiban, itu semua merupakan tindakan-tindakan akhlaqi yang sangat dipuji oleh Allah Swt.

Namun demikian, walau bukan tindakan akhlaqi, tindakan-tindakan atau amal-amal wajib yang kita lakukan tetap diberi pahala oleh Allah Swt. Semoga kita dapat meningkatkan tindakan akhlaqi !

TINDAKAN AKHLAQI DAN TINDAKAN ALAMI

Kata "akhlaq" sudah tidak asing lagi terdengar setiap saat. Secara umum, yang kita dengar sehari-hari di masyarakat, kata akhlaq mengacu kepada tindakan-tindakan yang bernilai, berharga, bermanfaat, bermoral, beretiket, dan segala tindakan yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan-perbuatan yang "baik".

Apakah seorang ibu yang bangun di tengah malam karena mendengar rintihan bayinya yang masih mungil kemu-dian menetekkannya merupakan tindakan akhlaqi?
Tanpa ragu-ragu, hampir setiap orang membenarkannya.

Apakah seorang ayah yang bekerja keras seharian tanpa mengenal siang ataupun malam, panas ataupun hujan, untuk mencari sesuap nasi bagi istri dan anak-anaknya merupakan tindakan akhlaqi?
Tanpa ragu-ragu, hampir semua orang meng-ya-kannya.

Dan apakah shalat lima waktu dan ibadah-ibadah wajib lainnya yang dikerjakan oleh orang-orang muslim, di saat sehat ataupun sakit, di saat tinggal di rumah ataupun sedang dalam perjalanan, dalam keadaan segar-bugar ataupun lelah, merupakan tindakan-tindakan akhlaqi?
Terhadap pertanyaan ini pun semua orang mengamininya.

Apakah jawaban kebanyakan orang itu benar ditinjau dari sudut Ilmu Akhlaq?

Nah, nanti dulu!

Ilmu Akhlaq membedakan perbuatan-perbuatan akhlaqi dengan perbuatan-perbuatan alami.

Adalah 'Alamah Murtadha Muthahhari yang membahas persoalan ini secara panjang-lebar dalam kitabnya FALSAFAH AKHLAK.

THE FORE FATHER OF MINANGKABAU


Based on the believe of the fore parents stated in "Tambo", news and ancients proverbs, it can be said that to judge "Tambo" was containing 2% the truth and 98% mithology is trully reasonable.
According to Proff. Kern, the first nation came firstly to the Southern of Khatulistiwa (Minangkabau) was said "Proto Meleiers" or the old Malay, than came "Deuto Meleiers" or the Young Malay. Generally "Nusantara" once was came by nations from Campa, Kampuchea and Kochin.
And according to "Tambo" of Minangkabau, the fore father of Minangkabau was Sultan Maharajo Dirajo. Who had sailed with his followers Cati Bilang Pandai which was well known with the name Tukang Sibak Ulai, and the four skilled escort in self defence, Kuciang Siam, Harimau Campo, Kambiang Hutan and Anjieng mualim. The had sailed along the Lakadewa Island passing Serindit and Langgapuri or Ceylon straight to Gold archipel and harboured in the Merapi Volcano.
Sultan Maharajo Dirajo was the son of Iskandar Zulkarnain (Alexander Grote). Alexander Grote or the Great Alexander was the greatest kingdom's king in Masedonia (Athen) 365 - 323 Bc. He was the pupil of Aristoteles 384 - 323 Bc. While Aristoteles was the pupil of plato 427 - 347 Bc. Alexander Grote married to a prnces of Ruhum (East Rome). From this married he was inherited three sons, named; Sultan Maharajo Alif, Sultan Maharajo Depang (Dipang) and Sultan Maharajo Dirajo.

Before the death of Iskandar Zulkarnain (Alexander Grote), he has assigned his son Sultan Maharajo Alif to leave for Ruhum (East Rome) to govern it, while Sultan Maharajo Dipang had been assigned to China to govern it and Sultan Maharajo Dirajo had been assigned to came to an island in the southern of Equator.As it had stated earlier, Sultan maharajo dirajo was set with his followers along Lakadewa passing Serindit or Langgapuri straight to the Gold Island or Jawa Alkibri which is now is named Sumatera (Andalas).

Among the followers there were Cati Bilang Pandai or named Tukang Sibak Ulai, and the four escort Kuciang siam, Harimau Campo, Kambiang Hutan and Anjieng Mualim. The four were the champion of self defence from their own region. They were not animal although were named with animal Kuciang (Cat), Harimau (Tiger), Kambiang (Goat) and Anjieng (Dog). They were totally human being that were named is accordance to their style of skill in self defence.
After harbouring to the Andalas island the journey was straighted to the slope of Merapi Volcano and this was the beginning of the dwelling of Sultan Maharajo Dirajo in the slope of Merapi. And the first home of theirs was named Galundi Nanbaselo.
Sultan Maharajo Dirajo has four doughters and a niece called Indah Juita. The four doughters of Sultan Maharajo Dirajo ware married to his followers while his niece was married to Sangsepurbha. Sangsepurbha was the name derived from the Greek word means Suprabha who came from "Kula Warga Sri Sailendra Kaundinya" from Bukit Siguntang (Mahameru). From the marriage of Sang Sepurbha and Indah Juita they were inherited a son named Dt. Perpatiah Nan Sabatang.


After the death of Sang Sepurbha, the widow Indah Juita married to Cati Bilang Pandai, and from their marreid they had two sons, Dt. ketumanggungan and Dt. Suri Dirajo. Of the three sons of Indah Juita, Dt. Ketumanggungan and Dt. Perpatiah Nan Sabatang were found of goverment and politic, while Dt. Suri Dirajo was found of military (force) and it was Dt. Suri Dirajo who created the science of self defence in Minangkabau which now is well known with the name of Silek (Silat).

THE PRINCIPAL THROUGHT (WAY OF LIFE) OF MINANGKABAU PEOPLE


Rumah basandi Batu house is foundationed with stone
Adat basandi alua patuik cutom based on logic
Mamakai anggo jo tanggo the use of rule of law
Sarato raso jo pareso and mutual understanding
From the above principe it could be seen that
- "Basandi Batu" (Dialectic),
- "Musyawarah Mufakat", "Alua Patuik" (logic),
- "Anggo Tanggo" (rule of law)
- "raso jo pareso" (observation).
With the interpretation as follows;
  1. Basandi batu (musyawarah) (discussion)
    Bulek aia dek pambuluah (round water couse of pipe)
    Bulek kato dek mufakat (clear word couse of discussion)
  2. Alua Patuik (logic)
    mabagi samo banyak (to devide the same portion)
    manimbang samo barek (to weight the same weight)
    To place one thing in the proper position
    The right thing in the right place
  3. Anggo Tanggo (rule of law)
    The word of "Anggo Tanggo" here states
    Anggo - Budgetting
    Tanggo - The Familly
    What means here is
    To do something basically based on the main rule and familly rule, custom and based on principal law of Minangkabau that is said " Limbago nan Sapuluah"
    Limbago nan Sapuluah (ten commandement), consist of Cupak nan Duo (the two measurement) the four rules and the four words. Cupak nan duo is ; 1)Cupak Usali (original measurement);2)Cupak Buatan (made man measurement). So that Cupak Usali means original law and Cupak Buatan means suplement law.
  4. Raso jo Pareso
    The meaning of Raso jo Pareso here is
    Raso - rasa (taste)
    Pareso - periksa (Introspektion)
    With another word Raso jo Pareso means Mutual Understanding.
    Raso Tumbuah di Dado (taste grows in heart)
    Pareso Tumbuah di Kapalo (introspection grows in brain)
Adat Bajanjang Naiak Batanggo Turun (custom in applied structurally)
Babilang dari aso counted from one
Mangaji dari alif to learn from the basic
Naiak dari janjang nan dibawah step on to from the first stair
Turun dari tanggo nan diateh down from the top stair
Kamanakan barajo kamamak = nephew obeyed the uncle
Mamaka barajo ka pangulu = uncle obeyed the chief of the familly
Pangulu barajo ka mufakat = chief of the familly obeyed the discussion
Mufakat barajo ka nanbana = discussion obeyed the truth
Bana badiri sandirinyo = the truth stand alone
From the above statement, it could be seen how democratic is the law of custom "Bajanjang Naiak Batanggo Turun", created by the two Datuk, Dt. Perpatiah nan Sabatang and Dt. Ketumanggungan.

Karenamu


Luruh rindu menderu dalam kalbu..


Bagai debu tersapu angin yang melaju..


 
Rindu menelusup ke aliran darah yang berpacu..


Menggetarkan nadi bagai lindu..


 
Mencairkan hati yang membeku..


Semua karenamu.. 

Biarkan Malam Berganti


Biarkan malam berganti dengan diam-diam..


Biarkan rembulan merangkak pelan-pelan..


 
Biarkan rasa menukik dalam-dalam..


Ke dalam hati yang sepi sediri..


 
Agar aku bebas memimpikanmu.


Di setiap denting kerinduanku..

  

Namamu


Berhamburan namamu kukenang..


Meluruhkan rasa yang terus datang..


 
Beterbangan pesona memenuhi alam pikiranku..


Mengingat hari-hari indah bersamamu..


 
Menutupi mataku mengukir nostalgia saat bersamamu..

Dari Bentangan Langit


Dari bentangan langit yang semu


Ia, kemarau itu, datang kepadamu


Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang


Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan !


Mengekal tanah berbongkahan ! datang kepadamu,


Ia, kemarau itu dari Tuhan, yang senantia diam dari tangan-Nya.


Dari Tangan yang dingin dan tak menyapa yang senyap.


Yang tak menoleh barang sekejap.

                                                          Dr. Emha Ainun Najib

Begitu Engkau Bersujud


Begitu engakau bersujud, terbangunlah ruang
yang kau tempati itu menjadi sebuah masjid
Setiap kali engkau bersujud, setiap kali
pula telah engkau dirikan masjid
Wahai, betapa menakjubkan, berapa ribu masjid
telah kau bengun selama hidupmu?
Tak terbilang jumlahnya, menara masjidmu
meninggi, menembus langit, memasukialam makrifat
Setiap gedung, rumah, bilik atau tanah, seketika
bernama masjid, begitu engkau tempati untuk bersujud
Setiap lembar rupiah yang kau sodorkan kepada
ridha Tuhan, menjelma jadi sajadah kemuliaan
Setiap butir beras yang kau tanak dan kau tuangkan
ke piring ke-ilahi-an, menjadi se-rakaat sembahyang
Dan setiap tetes air yang kau taburkan untuk
cinta kasih ke-Tuhan-an, lahir menjadi kumandang suara adzan
Kalau engkau bawa badanmu bersujud, engkaulah masjid
Kalau engkau bawa matamu memandang yang dipandang
Allah, engkaulah kiblat
Kalau engkau pandang telingamu mendengar yang
didengar Allah, engkaulah tilawah suci
Dan kalau derakkan hatimu mencintai yang dicintai
Allah, engkaulah ayatullah
Ilmu pengetahuan bersujud, pekerjaanmu bersujud,
karirmu bersujud, rumah tanggamu bersujud, sepi
dan ramaimu bersujud, duka deritamu bersujud
menjadilah engkau masjid

                                         Dr. Emha Ainun Najib

Jika Kaucium


maka jika kaucium punggung jari tanganku, kakukira aku akan
berbusung dada bagai sesat hati si raja dungu yang lupa siapa
berdiri di belakang tabir putih nurani rakyatnya?
siapa, kautahu. Siapa?
atau kausangka aku segera berpikir hal cengeng menang kalah perang?
dan meledakkan gemerincing belenggu serta lagu pahit seorang budak belian?
ataukah terhalang kekhusyukanmu oleh kesombongan dungu tentang harga
topeng manis dari rasa malu yang diam-diam, serta tentang kemerdekaan?
kemerdekaan! betapa perkasa nyanyi kemerdekaan!
o, mimpi kisruh kemanusiaan! - ingatlah bahwa kita tak bisa
lepas terbang seperti burung-burung
sambil memiliki bening dan mutlaknya cinta, tanpa diganggu
akal yang sok dan liku nasib yang licik
dan apa sih harga? kebanggaan-kebanggaan tercecer di pinggir jalan?
pembelaan setiap kali kepergok dan kedodoran atau pisau yang keliru ditikamkan?
sungguh tak pantas mukanya nongol dalam tuntas keringat
kita dan jangan sekali-kali menghambat gemuruh darah yang tegang bersenyawa
Perempuanku! - itu isyarat Tuhan
penderitaan adalah perlambang
di sisi seribu kebetulan dan hal-hal remeh yang mengisyaratkan
kukira sang penjaga di ubun
di kaki
di punggung
di pundak
di kedua tangan
dan segenap ruang, menyeretku
begitu saja, sambil memberiku rasa sakit
yang sama denganmu!
kemudian tumbuh semacam dahaga
kekeringan di tenggorokan jiwaku
yang hanya basah oleh liurmu
dan apa artinya merdeka? jika ia tak bebas
mencari wujudnya!

                                                                         Dr. Emha Ainun Nadjib

Rimba gelap di depanmu


Rimba Gelap di Depanmu
rimba gelap di depanmu
loncat masuk! -dan bukan berpikir
kapal di belakangmu musnah terbakar dan api terus bernyala-nyala
api terus berkobar, menjilat-jilat, meremuk masa silammu
sedang gelombang samudera terus menderu, mengguncang setiap pertimbangan
dan akan menerkam semua pengecut yang dungu, yang tertegun dan bimbang
terjun! - dan jangan bertanya mana jalan, berapa jauh tepian
pertanyaan mesti dibereskan dengan pertanyaan. Api yang memerah
harus menjadi perlambang bai panas jiwa, dan suara lautan
adalah gemuruh semangat, gelegak darah yang pantang bagai malaikat kegelapan,
Perempuaku'tidak untuk dijabarkan'
Adam tidak membiarkan matanya kosong bertanya-tanya kapan
dan di mana berada gunung kenikmatan, tapi Hawa yang telanjang
langsung diterkam dan direguknya! - berkat tangan gelap Tuhan
dan pecahlah keperawanan bumi. Kemudian bermula riwayat
di atas ladang-ladang misteri. - Demikianlah bayangan hidup
di mana seseorang harus hadir dan berangkat begitu saja
kekhawatiran, ketakutan, keasingan yang terbungkus dalam tiap pengamatan
itu sah milik kita dan sangatlah diperlukan, tapi kapan?
seseorang tidak boleh mati dipecundang oleh akal yang
senantiasa menipiskan harapan
seseorang harus tetap hidup sementara kaku penimbangan
membuatnya terkencing-kencing
dan bersembunyi di belakang kata-kata manis yang berdesir
lunak di telinga khalayak
tapi di manakah letak Tuhan? Di dalam kegelapan itu, di manakah
Ia berjaga sambil memainkan peranannya diamdiam?
barangkali cuma bisa dilayani dengan Iman atau beberapa
tipuan yang mengasyikkan
tetapi urusan kita hanyalah perbuatan
dan berpikir sambil berjalan
Perempuanku,
hidup kita hanyalah
menembus kelam
mengetuk setiap pintu
sambil berdebar
menanti jawaban......

                                                                                                  Dr. Emha Ainun Nadjib

Merasuk Dalam Asma Allah Semesta

Merasuk dalam asma Allah semesta
aku berjalan menerobos gerimis di hari senja
Aku dengan seluruh gelegak pesonaku
Menggenggam wajahmu. Agar sampai
Angan rinduku di keharibaanmu
Apakah namanya ini jika bukan taqarrub?
Membiaska semangat cinta kasih dalam wujud
Maka terimalah sembahyang kami, Semestaku
Janganlah berdiri kaku di situ. Ikutlah terlibat
Dalam pelukan ini. Agar mutlak peristiwa sujud kami
dapun jika sesat nafsu membakar
Itu adalah soal yang harus dperjuangkan
Itu dosa bagi perjanjian. Tapi bukan
Bagi kedamaian kita, bagi kerelaan dan pengorbanan
Allah sang Dewa Cinta
Tidaklh berpandangan kaku
atau cuci tangan
Terhadap gelombang jiwa yang ingin tenggelam
Allah
Dengan segala perbendaharaan-Nya yang mentakjubkan
Mengupas kening kita
Dan meniupkan permaafan
Seperti kau ketahui
Ia bagaikan cakrawala
kegaibannya sering tak kentara
Tapi menjamin kelelapan tidur kita
Maka supaya terjilat bayangan-Nya
Aku berjalan menerobos gerimis di suatu hari senja
Aku menerobos gerimis yang tak habisnya turun dalam jiwa
Yang membasahi nyawa
Aku ikut irama lagunya
Merasuk dalam asma Allah semesta

                                                                         Dr. Emha. Ainun Nadjib

Pembangun Rasa


Tutur indah bahasa yang kau ucap saat berbicara..


Menyirnakan segala gundah yang terasa..


 
Salam yang kau ucap saat berjumpa..


Menyapa jiwa yang dalam terasa..


 
Satu kata darimu adalah penyemangat jiwa..


Pembangun rasa…

Telaga rindu


Segunung rindu mencengkram syahdu..


Menyimpan rasa sepenuh waktu..
 
Setiap kupandang matamu..


Kulihat telaga bening di matamu..


Telaga yang meneduhkan hatiku..


Menyiram air yang membangkitkan hidupku.


 
Telaga rindu.. 

Biar


Biarkan hujan mendinginkan harimu..


Biarkan angin membelai dirimu..
 
Biarkan kata membelai jiwamu..


Biarkan syair menyambut hadirmu..
 
Biarkan semua berjalan apa adanya..


Biarkan waktu yang membuka jalannya..  

Merendah diri itulah ketinggianmu

Merendah diri itu, di sanalah letaknya ketinggianmu
Engkau pandai atau berilmu, banyak orang
mendapat manfaat darimu
Engkau rasa dirimu tidak berguna
atau tiada jasa apa-apa di sinilah kemuliaanmu
Pandai engkau bergaul di semua golongan masyarakat
Engkau meletakkan diri pada tempatnya
Di sanalah semua golongan boleh menghormatimu
Pemurahnya engkau, di situlah rezekimu di dunia
Ertinya engkau tidak akan papa
Di Akhirat kelak harta dan kekayaan bagimu
Engkau tidak suka nama dan glamour
Kalau engkau orang yang berjasa
Banyak orang mendapat faedah dari pertolonganmu,
dari jasamu
Nama dan glamour tetap ada walaupun tidak dipinta
Nama yang bersih tanpa diminta
Nama dan glamour yang diminta lambat-laun orang benci
Setiap kali pula Tuhan mengangkat darjatmu di sisi-Nya
Kalau engkau sentiasa baik hati dengan manusia
Dengan manusia engkau baik sangka
Tidak pernah berdendam dan dengki dengan insan
Mudah engkau memaafkan orang
Di situlah ketenangan dan kebahagiaan jiwamu
Jika engkau sentiasa bertawakal dengan Allah
Engkau tidak akan risau dengan masa depanmu
                                                                                        Dr. Hj Ashaari Muhammad

Senyum murni


Senyum manismu nan berarti..


Bertahta dalam angan nan abadi..


Bernilai luas dalam hati..
 
Senyum yang pasti..


Bak embun yang sejukkan pagi..


Bak mentari yang hangatkan isi hati..
 
Senyummu adalah senyum murni..

 

Reading Al-Qur'an