-=[ meng HITAM ~ PUTIH kan PELANGI ]=-

-=[Selamat Datang Di blog Sederhana Ini Semoga Anda Senang Dengan Yang Kami Sajikan.!!]=-

Seuntai Salam

Kugoreskan Seuntai Salam penuh kehangatan
menghempaskan angin kedukaan
Melantun seiring nyanyian hati
Bergemuruh bersama sang waktu

Mencari onggokan kata-kata indah di Samudera
Bagai menyusuri Lautan yang paling dalam
Mencoba merangkai sederet puisi
Bagai menyusun ungkapan hati yang paling indah

Tatkala mentari berkejaran dengan rembulan
Apakah engkau akan tetap di sana?
Menunggu hingga kutuangkan bait-bait yang memenuhi otakku
Seakan ingin keluar dan menumpahkannya?

Karena kutetap menyulam kata
Cermin rasa dan keasaanku
Menampar semua keangkuhanku
Dan membiarkan baitku mengisi jagat raya

Akhlak terhadap ibu-bapak yang sudah meninggal



Berbuat baik terhadap kedua ibu-bapak tidak terbatas ketika mereka masih hidup saja, melainkan terus dilakukan walaupun mereka telah meninggal dunia. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan setelah kedua ibu-bapak kalian meninggal dunia adalah:

1.Memohon maghfirah dan rahmat Allah. Ketika seseorang meninggal dunia, maka seluruh amalan-amalannya terputus kecuali (di antaranya) "anak yang shaleh yang selalu mendo'akan ibu-bapaknya." Nah, do'a anak untuk kedua ibu-bapaknya akan dikabulkan oleh Allah Swt. Jadi, permohonan pengampunan dan Rahmat Allah tidak sebatas ketika kedua ibu-bapak masih hidup. Setelah mereka meninggal dunia pun kita perlu

memohon maghfirah dengan bacaan yang sama, seperti telah disebutkan di atas, yaitu:
Rabbighfir li wa li walidayya warhamhuma kama Rabbayani shaghira.
(Ya Rabbi! Ampunilah aku dan kedua orang ibu-bapaknya, dan kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka mengasihaniku di waktu kecilku).

Rabbighfir li wa li walidayya wa lil mu'minina yauma yaqumul hisab.
(Ya Rabbi! Ampunilah aku, kedua ibu-bapakku, dan orang-orang yang beriman pada Hari Perhitungan (Hari Akhir)."


2.Menyambungkan silaturahmi dengan sahabat ibu-bapak kita. Tentu kalian tahu siapakah sahabat-sahabat ibu dan ayah kalian. Nah, kunjungilah mereka dan berbuat baiklah terhadap mereka, sebagaimana ibu dan ayah kalian yang telah berbuat baik terhadap mereka. Dengan berbuat demikian maka sahabat-sahabat ibu dan ayah kita tidak merasa terlalu kehilangan sahabatnya. Demikian juga kita pun tidak terlalu merasa kehilangan orangtua, karena sahabat-sahabat kedua orangtua kita masih dekat dengan kita.

3.Membayarkan utang-utang ibu-bapak kita. Mungkin saja ibu dan ayah kalian punya utang kepada sahabatnya atau kepada siapa saja. Salah satu factor penghalang masuk ke surga, walau seorang syahid (orang yang meninggal fi sabilillah), adalah utang-utang. Mati syahid itu sangat dipuji oleh Allah Ta'ala dan mendapat pahala yang sangat besar. Tetapi bila si syahid itu punya utang, maka pintu surga akan tertutup baginya hingga utang-utangnya itu lunas.

Apakah kalian tega jika kedua ibu-bapak kalian terganjal masuk surga gara-gara mereka punya utang?
Tentu, anak yang baik akan berbuat kebaikan bagi kedua ibu-bapaknya, di antaranya dengan membayarkan utang-utangnya. Demikian juga utang kedua ibu-bapak kepada Allah, kita pun harus melunasinya.
Misal, ibu-bapak kita ber-nadzar (menyatakan niatnya secara terbuka) untuk memberi bea-siswa bagi si Pulan. Tapi amalnya belum terlaksana karena keburu meninggal. Maka kewajiban anak-anaknya untuk memberi bea-siswa bagi si Pulan itu. Jika ibu-bapak kalian punya utang berpuasa, misal ketika berpuasa mereka sakit dan tidak sempat diqadha, maka setelah mereka meninggal dunia kalianlah yang melakukan qadha untuknya.

Tidak mengikuti kemusyrikan yang dilakukan orangtua.



Jika sala seorang atau kedua ibu-bapak melakukan kemusyrikan, atau mengajak kalian berbuat musyrik, maka kalian harus beristiqamah beragama Islam dan tidak perlu menta'ati ibu-bapak kalian.

Dalam Al-Qur'an Surat Luqman ayat 15 ditegaskan: Dan jika kedua ibu-bapak memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu (mengajak berbuat musyrik), maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Tetapi pergaulilah keduanya di dunia dengan baik; dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, ...

Jadi, kita tetap berbuat baik dalam urusan-urusan duniawi, seperti berbicara halus dan sopan, membawanya ke dokter bila sakit, dan memberinya uang belanja (jika kita sudah kerja).

Tapi dalam hal kemusyrikan kita tidak mentaatinya, walau akibat ketidak-ta'atan itu membuat susah ibu-bapak kita. Murka orangtua yang disebabkan hal itu tidak membuat kita berdosa, malah kita mendapat pahala karena sikap istiqamah kita

Lebih mendahulukan keperluan ibu, baru kemudian ayahnya.



Ketika kedua ibu-bapak secara kebetulan dalam waktu yang sama meminta pertolongan kita, maka kalian harus lebih mendahulukan ibu kalian, baru kemudian ayah kalian.

Salah seorang sahabat Nabi pernah datang menemui Rasulullah Saw dan bertanya sebagai berikut:

  • Ya Rasulullah man ahaqqu 'alayya bi husni shahabati?
  • Qala: ummuka!
  • Qala: tsumma man?
  • Qala: ummuka!
  • Qala: tsumma man?
  • Qala: ummuka! Qala: tsumma man?
  • Qala: abuka!



  • (Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling wajib aku perlakukan dengan baik?
  • Rasulullah menjawab: "ibumu!"
  • Orang itu bertanya lagi, kemudian siapa?
  • Rasulullah menjawab dengan jawaban yang sama: "ibumu!"
  • Orang itu bertanya lagi, kemudian siapa?
  • Rasulullah masih memberikan jawaban yang sama: "ibumu!"
  • Orang itu terus bertanya,
  • baru kemudian Rasulullah menjawab: "ayahmu!")


AKHLAK TERHADAP IBU-BAPAK


Akhlak terhadap ibu-bapak yang masih hidup
Kalian pernah lihat seorang ibu yang sedang hamil?
Coba tanya, bagaimana sih perasaannya.
Dia mual-mual, mules dan merasakan sakit yang luar biasa. Semakin hari rasa sakitnya itu semakin menjadi-jadi, semakin bertambah berat.

Kemudian dia melahirkan anaknya.
Kalian tahu betapa sakitnya seorang ibu yang sedang melahirkan?
Dia menangis berteriak-teriak, saking sakitnya. Dan dia pun untuk beberapa hari tidak bisa berjalan. Tapi begitu mendengar tangisan si kecil, dia langsung menyusui bayinya, seolah rasa sakitnya itu tidak dirasakan.

Kapan sang bayi mengisap ASI?
Tak kenal waktu, siang atau malam, malah sedang tidur lelap sekalipun. Tapi si ibu bangun juga dan langsung memberinya ASI.

Ketika menyusui pun si bayi sering menggigit puting si ibu. Wah, sakitnya bukan main, terlebih-lebih jika gigi si bayi sudah mulai tumbuh. Si bayi sering ngompol dan mengeluarkan kotoran tanpa mengenal waktu. Tapi si ibu dengan setia menggantikan popoknya walau di malam buta. Itu kasih sayang ibu terhadap anaknya, ya terhadap kita, ketika si anak masih kecil.

Mulai besar sedikit si anak senang nangis dan rewel yang sangat menjengkelkan. Tapi si ibu dengan tenangnya berusaha menghibur anak kecilnya. Bagi kalian yang perempuan perlu sadar bahwa kalian akan menjadi seorang ibu. Demikian juga bagi kalian yang laki-laki akan menjadi seorang ayah.

Adapun ayah bekerja keras mencari nafkah tanpa kenal lelah untuk menghidupi kita! Dialah yang memenuhi hajat-hajat kita, berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan biaya-biaya pendidikan serta kesehatan kita.

Nabi Saw pernah berwasiat: "... ridhallah fi ridhal walidaini (Ridha Allah ada dalam keridhaan kedua ibu-bapak). Jadi, jika kita ingin memperoleh keridhaan Allah (justru keridhaan Allah inilah yang dikejar oleh para ahli ibadah), maka kita harus memperoleh keridhaan dari kedua ibu-bapak kita.

Oleh karena itu Allah Swt memberikan bimbingan kepada kita dengan jalan menyadarkan jasa-jasa orangtua yang melahirkan dan memelihara kita.

Dalam Al-Qur'an Surat Luqman ayat 14 diungkapkan, yang artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Oleh karena itu) bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu-bapakmu! Hanya kepada Aku-lah kamu kembali.

Jadi, selain bersyukur kepada Allah, kita perlu bersyukur kepada ibu-bapak kita, yakni dengan jalan berbuat baik kepada ibu-bapak. Adapun tata-cara bersyukur kepada ibu-bapak yang masih hidup adalah:

1.   Memohon maghfirah (pengampunan) dan Rahmat Allah bagi kedua ibu-bapak kita. Kita perlu beristighfar memohon pengampunan Allah dari segala dosa dan kesalahan diri kita dan kedua ibu-bapak kita. Diusahakan sekurang-kurangnya sekali dalam sehari, malah akan lebih baik lagi jika setiap sehabis shalat yang wajib kita berisghfar dan memohon rahmat Allah bagi mereka.


Bacaan istighfar dan do'anya, di antaranya sebagai berikut:

Rabbighfir li wa li walidayya warhamhuma kama Rabbayani shaghira.

(Ya Rabbi! Ampunilah aku dan kedua orang ibu-bapaknya, dan kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka mengasihaniku di waktu kecilku).


Rabbighfir li wa li walidayya wa lil mu'minina yauma yaqumul hisab.

(Ya Rabbi! Ampunilah aku, kedua ibu-bapakku, dan orang-orang yang beriman pada Hari Perhitungan (Hari Akhir)."



2.  Hormat kepada kedua ibu-bapak. Ibu-bapak kita adalah orang yang paling patut kita hormati. Kita berbicara dengan bahasa yang baik, tidak dengan bahasa biasa, terlebih-lebih bahasa yang kasar. Sikap dan tindakan kita pun menunjukkan penghormatan yang dalam.


  • Ketika bersalaman, misalnya dengan menunduk dan mencium tangannya
  • Ketika dipanggil segera datang menghadap serta menanyakan secara baik maksud pemanggilannya
  • Ketika meminta sesuatu, misal uang, dengan melihat-lihat situasi psikologis ibu-bapak yang sedang lapang
  • Tidak memaksakan kehendak kita, melainkan disampaikan dengan cara-cara yang baik
  • Tidak menyinggung perasaan mereka
  • Selalu meminta maaf setiap kali kita salah atau kurang menyenangkan keduanya
  • Tidak bertengkar di dekat kedua ibu-bapak
  • Tidak menunjukkan sikap ogah, misal dengan mengatakan: "Ah!" terlebih-lebih membentak keduanya.


Allah Swt memberikan rambu-rambu di dalam bergaul dengan kedua ibu-bapak, sebagaimana terungkap dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra ayat 23-34: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka; dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan do'akanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil."

Reading Al-Qur'an