-=[ meng HITAM ~ PUTIH kan PELANGI ]=-

-=[Selamat Datang Di blog Sederhana Ini Semoga Anda Senang Dengan Yang Kami Sajikan.!!]=-

Seuntai Salam

Kugoreskan Seuntai Salam penuh kehangatan
menghempaskan angin kedukaan
Melantun seiring nyanyian hati
Bergemuruh bersama sang waktu

Mencari onggokan kata-kata indah di Samudera
Bagai menyusuri Lautan yang paling dalam
Mencoba merangkai sederet puisi
Bagai menyusun ungkapan hati yang paling indah

Tatkala mentari berkejaran dengan rembulan
Apakah engkau akan tetap di sana?
Menunggu hingga kutuangkan bait-bait yang memenuhi otakku
Seakan ingin keluar dan menumpahkannya?

Karena kutetap menyulam kata
Cermin rasa dan keasaanku
Menampar semua keangkuhanku
Dan membiarkan baitku mengisi jagat raya

Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan

Akhlak terhadap ibu-bapak yang sudah meninggal



Berbuat baik terhadap kedua ibu-bapak tidak terbatas ketika mereka masih hidup saja, melainkan terus dilakukan walaupun mereka telah meninggal dunia. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan setelah kedua ibu-bapak kalian meninggal dunia adalah:

1.Memohon maghfirah dan rahmat Allah. Ketika seseorang meninggal dunia, maka seluruh amalan-amalannya terputus kecuali (di antaranya) "anak yang shaleh yang selalu mendo'akan ibu-bapaknya." Nah, do'a anak untuk kedua ibu-bapaknya akan dikabulkan oleh Allah Swt. Jadi, permohonan pengampunan dan Rahmat Allah tidak sebatas ketika kedua ibu-bapak masih hidup. Setelah mereka meninggal dunia pun kita perlu

memohon maghfirah dengan bacaan yang sama, seperti telah disebutkan di atas, yaitu:
Rabbighfir li wa li walidayya warhamhuma kama Rabbayani shaghira.
(Ya Rabbi! Ampunilah aku dan kedua orang ibu-bapaknya, dan kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka mengasihaniku di waktu kecilku).

Rabbighfir li wa li walidayya wa lil mu'minina yauma yaqumul hisab.
(Ya Rabbi! Ampunilah aku, kedua ibu-bapakku, dan orang-orang yang beriman pada Hari Perhitungan (Hari Akhir)."


2.Menyambungkan silaturahmi dengan sahabat ibu-bapak kita. Tentu kalian tahu siapakah sahabat-sahabat ibu dan ayah kalian. Nah, kunjungilah mereka dan berbuat baiklah terhadap mereka, sebagaimana ibu dan ayah kalian yang telah berbuat baik terhadap mereka. Dengan berbuat demikian maka sahabat-sahabat ibu dan ayah kita tidak merasa terlalu kehilangan sahabatnya. Demikian juga kita pun tidak terlalu merasa kehilangan orangtua, karena sahabat-sahabat kedua orangtua kita masih dekat dengan kita.

3.Membayarkan utang-utang ibu-bapak kita. Mungkin saja ibu dan ayah kalian punya utang kepada sahabatnya atau kepada siapa saja. Salah satu factor penghalang masuk ke surga, walau seorang syahid (orang yang meninggal fi sabilillah), adalah utang-utang. Mati syahid itu sangat dipuji oleh Allah Ta'ala dan mendapat pahala yang sangat besar. Tetapi bila si syahid itu punya utang, maka pintu surga akan tertutup baginya hingga utang-utangnya itu lunas.

Apakah kalian tega jika kedua ibu-bapak kalian terganjal masuk surga gara-gara mereka punya utang?
Tentu, anak yang baik akan berbuat kebaikan bagi kedua ibu-bapaknya, di antaranya dengan membayarkan utang-utangnya. Demikian juga utang kedua ibu-bapak kepada Allah, kita pun harus melunasinya.
Misal, ibu-bapak kita ber-nadzar (menyatakan niatnya secara terbuka) untuk memberi bea-siswa bagi si Pulan. Tapi amalnya belum terlaksana karena keburu meninggal. Maka kewajiban anak-anaknya untuk memberi bea-siswa bagi si Pulan itu. Jika ibu-bapak kalian punya utang berpuasa, misal ketika berpuasa mereka sakit dan tidak sempat diqadha, maka setelah mereka meninggal dunia kalianlah yang melakukan qadha untuknya.

Tidak mengikuti kemusyrikan yang dilakukan orangtua.



Jika sala seorang atau kedua ibu-bapak melakukan kemusyrikan, atau mengajak kalian berbuat musyrik, maka kalian harus beristiqamah beragama Islam dan tidak perlu menta'ati ibu-bapak kalian.

Dalam Al-Qur'an Surat Luqman ayat 15 ditegaskan: Dan jika kedua ibu-bapak memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu (mengajak berbuat musyrik), maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Tetapi pergaulilah keduanya di dunia dengan baik; dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, ...

Jadi, kita tetap berbuat baik dalam urusan-urusan duniawi, seperti berbicara halus dan sopan, membawanya ke dokter bila sakit, dan memberinya uang belanja (jika kita sudah kerja).

Tapi dalam hal kemusyrikan kita tidak mentaatinya, walau akibat ketidak-ta'atan itu membuat susah ibu-bapak kita. Murka orangtua yang disebabkan hal itu tidak membuat kita berdosa, malah kita mendapat pahala karena sikap istiqamah kita

Berziarah kepada Nabi Saw


Beruntung bagi penduduk Madinah, karena mereka dapat berziarah ke maqam Rasulullah secara berulang-ulang. Bagi kita yang jauh biasanya berziarah ke maqam Nabi penutup itu dilakukan ketika melakukan ibadah haji atau umrah.

Walau demikian, dari jarak jauh - karena ruh suci Rasulullah Saw adalah dekat kita pun dapat berziarah kepadanya, yakni melalui bacaan wirid-wirid ziarah.

AKHLAQ TERHADAP RASULULLAH SAW


Membaca Shalawat dan Salam
Shalawat berikut paling sering kita dengar, malah sudah menjadi iklan sebuah bank swasta. Shalawat ini dilantunkan secara indah oleh Emha Ainun Najib dan sering dibacakan (secara bersama) oleh da'i kondang, Zainuddin MZ, ketika memulai ceramahnya.
Shalatullah, salamullah
'Ala Thaha Rasulillah
Shalatullah, salamullah
'Ala Yasin habibillah
Semoga Allah menganugerahkan

kesejahteraan dan keselamatan
kepada Thaha (Nabi Muhammad) Rasulullah
Semoga Allah menganugerahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Yasin
(Nabi Muhammad) kekasih Allah

Ketika Nabi Saw tiba di Yatsrib (Madinah), kaum Anshar menyambut kedatangan Nabi dan rombongan Muhajirin dengan melantunkan lagu pujian bagi Nabi Muhammad Saw.

Thala'al-Badru 'alaina
Min Tsaniyyatil-Wada'
Wajabasy-Syukru 'alaina
Madama lillahi Da'
Ayyuhal Mab'utsu fina
Ji'ta bil-Amril-Mutha'
Ji'ta Syarraftal-Madinah
Marhaban ya Khaira Da'

Telah datang rembulan pada kita
Dari celah bukit Wada'
Diwajibkan syukur atas kita
Sebanyak pujian bagi Sang Pencipta
Wahai yang diutus bagi kita
Engkau datang membawa perintah dari Tuhanmu
Engkau datang muliakan kota Madinah
Selamat datang, wahai sebaik-baik penyeru

Jadi, amal (akhlaq) pertama yang dapat kita lakukan bagi Nabi Muhammad Saw adalah membaca shalawat dan salam.

Perintah ini didasarkan pada Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 56: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian bershalawat untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan baginya. " Bacaan shalawat yang paling enteng dan paling sering kita baca-misalnya ketika sedang salat (tasyahud)-adalah

"Allahmma Shalli 'ala Muhammad wa Ali Muhammad."
(Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad).

Ada juga yang menambahkan Sayyidina sebelum disebut nama Muhammad. Adapun bacaan salam penghormatan bagi Muhammad Saw adalah :

"Assalamu 'alaika Ayyuhan-Nabiyyu wa Rahmatullahi wa barakatuh".

Oleh karena itu, setiap dibacakan atau terdengar sebutan Nabi Muhammad,
kita dianjurkan untuk membaca shalawat dan salam: Shallallahu 'alaihi wa Sallam (shalawat dan salam baginya); atau yang lebih lengkap lagi Shallallalu 'alaihi wa 'Alihi wa Sallam (shalawat dan salam baginya dan bagi keluarganya).

Anjuran membaca shalawat atas keluarga Nabi Muhammad Saw didasarkan pada sabdanya: "Janganlah kalian bershalawat untukku dengan shalawat
buntung."

Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan shalawat buntung?"

Beliau menjawab: "Kalian hanya mengucapkan Allamumma Shalli 'ala Muhammad, lalu berhenti disitu, tidak melanjutkannya dengan wa 'Ali Muhammad" (dan bagi keluarga Muhammad).

Bagi kamu yang mau mendalami hal ini, silahkan baca buku Keutamaan Keluarga Rasulullah Saw, karya K.H. Abdullah bin Nuh, terbitan CV Toha Putra Semarang. Para ahli ibadah, biasa membaca shalawat berikut: "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa ali Muhammad" sebanyak seratus kali sesudah shalat maghrib dan seratus kali sesudah shalat subuh. Dalam berbagai kesempatan pun mereka selalu membacakan shalawat tersebut. Termasuk shalawat-shalawat khusus yang sesuai dengan keadaan. Misal, ketika sedang menghadapi banyak kebutuhan, mereka membacakan shalawat nuriyah atau shalawat tafrijiyah. Dan terutama lagi shalawat dibacakan ketika menyertai do'a, baik di awal, di tengah, ataupun di akhir doa. Kata Sayidina Ali bin Abi Thalib k.w.: "Seseorang yang berdo'a tanpa disertai dengan shalawat, maka do'a orang yang bersangkutan tidak akan didengar oleh Allah Sang Mujibas Sa-ilin".

Haya' / malu


Bedakan antara "malu" dan "pemalu". Kita perlu memiliki sifat "malu", tapi jangan menjadi pemalu. Sifat yang terakhir (pemalu) sering berkonotasi negatif, misalnya malu melewati jalan sempit yang di kiri-kanannya banyak orang nongkrong; malu bertanya kepada guru; dan malu mengaji.

Dalam sebuah hadits disebutkan:
"alhaya-u syu'batu minal iman" (Malu itu sebagian dari iman).

Malu di sini adalah malu terhadap Allah Swt, seperti malu berbuat maksiat dan kejahatan. Ketika akan berbuat nakal, kita malu kepada Allah karena Dia selalu mengawasi kita. Ketika mau mencuri, berbuat curang, dan korupsi, kita pun malu karena Allah Maha Melihat kita.

Syukur ni'mat


Pernahkah Anda menghitung, berapa banyak sih ni'mat yang Allah berikan bagimu?
Taruhan, pasti Anda tidak mampu menghitungnya, karena saking banyaknya kenikmatan yang kita terima.

Anda tentu tahu HO2 yang dihirup setiap saat, setiap detik, setiap kali kita bernafas. Itu semua gratis, bukan?.

Ya, itu semua dari Allah Swt. Coba kalau kita harus membeli oksigen, berapa ratus juta rupiah uang yang harus kita keluarkan. Dan jarang sekali orang yang punya uang sebanyak itu. Lihat saja orang yang pergi ke luar angkasa, atau yang mau menyelam ke dasar lautan, mereka semua membawa tabung HO2. Dan ini hasil pembelian, tidak gratis. Berapa sih harga setabungnya? Cukup mahal! Nah, siapa yang menciptakan dan memberikan HO2 secara gratis itu? Allah Subhanahu wa Ta'ala. Masya Allah, pernahkah kita menyadari anugerah Allah yang sangat besar itu.

Apakah kita pernah menyampaikan rasa syukur atas ni'mat yang sangat besar itu? Bila belum, mulailah dari sekarang kita ungkapkan rasa syukur itu dengan mengucapkan: alhamdulillah atau subhanallah.

Malah kata Ibn Arabi (ulama dan filosof Islam), kita wajib mengungkapkan rasa syukur kita sebanyak dua kali setiap kita bernafas: satu kali ketika menarik nafas, dan satu kali lagi ketika mengeluarkan nafas. Ya, bagi orang-orang mu'min yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan sedekat-dekatnya, mareka selalu melakukan syukur demikian. Bagi kita, paling tidak kita perlu mengucapkan: subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, dan la ilaha illallah, sehabis kita mengerjakan shalat wajib.

Tawakkal kepada Allah



Allah Swt memberikan pujian terhadap hamba-hamba-Nya yang suka bekerja keras. Terhadap orang yang belajar disediakannya surga (Al-Hadits). Malah Allah Swt mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Jadi, bekerja keras merupakan akhlak yang terpuji. 

Tapi, adakalanya kita tidak sampai kepada cita-cita yang kita inginkan. Padahal kita sudah beberapa kali mengulangnya pekerjaan itu. Misal, Anda ikut UMPTN hingga tiga kali memilih universitas dan jurusan yang Anda cita-citakan. Anda pun sudah belajar secara sungguh-sungguh. Malah Anda ikut bimbingan belajar dengan mendatangkan guru privat les atau di pusat-pusat Bimbingan Belajar yang bagus. Tapi hasilnya tetap saja Anda tidak lulus. Tentu saja Anda kecewa. Dengan mengikuti gejolak emosimu, mungkin Anda akan mengatakan "penilaian dalam UMPTN tidak objektif", "terlalu banyak peserta yang melakukan KKN", Anda tentu atau kata-kata apa saja yang menunjukkan kebobrokan sistem UMPTN menurut persepsi Anda. boleh saja kecewa, itu manusiawi. Tapi Anda perlu mengembalikan semua kegagalan Anda kepada Allah Swt dengan jalan tawakkal.

Ada pepatah yang sangat bagus: "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda". Dan memang, dalam ajaran Islam, semua yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh tapi gagal, sebenarnya tidak gagal. Justru Allah Swt akan memberikan jalan lain yang lebih baik dan lebih cocok bagi jiwa kita. Banyak sekali orang yang memaksakan kehendaknya dengan cara-cara yang haram sekalipun. Benar, untuk tahap awal yang dia tuju ia berhasil.

Misal, berhasil lulus di Kedokteran melalui jasa Joki. Tapi mereka gagal di perguruan tingginya, karena sebenarnya bidang dan perguruan tinggi yang dipilihnya itu tidak cocok. Karena itulah, tawakkal adalah satu sikap yang cerdas dan dewasa, pilihan bagi umat yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir.

Dalam Al-Qur'an diungkapkan, yang artinya: "Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan memberikan kecukupan kepadanya. (QS At-Thalaq, 2)

Ikhlas dalam beramal

Manakah di antara dua orang ini yang berpikiran maju:
1. orang yang bekerja mencari keuntungan sesaat
2. orang yang bekerja mencari keuntungan abadi?
Pasti kamu memilih orang yang kedua.
Orang yang mencari keuntungan sesaat tidak akan berpikir tentang akibat yang terjadi di kemudian hari. Pokoknya hari ini beruntung. Esok hari, lusa? Gimana nanti
Orang yang sehat akan berpikir keberuntungan yang kekal-abadi.
Ajaran Islam memberikan kiat-kiatnya. Ketika bekerja, maka amalnya itu hanya didasarkan atas keikhlasan kepada Allah Swt. Ketika shalat, niatnya itu ditujukan kepada Allah semata. Ketika menolong orang pun didasarkan atas Allah Ta'ala. Makanya ketika orang yang dibantu itu tidak berterima kasih orang yang ikhlas tidak akan morang-maring. Biarlah manusia begitu asalkan Allah meridhai kita. Hanya amal yang ikhlas yang akan mendapat ganjaran dari sisi Allah Sang Pemberi Pahala.

Lawan ikhlas adalah riya, yaitu amal yang didasarkan atas pamer semata, sekedar untuk mendapatkan pujian dari manusia,tidak untuk Allah.

Dalam Al-Qur'an diungkapkan, yang artinya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan penuh keikhlasan kepada-Nya ...". Dalam ayat lainnya disebutkan, bahwa syetan tidak mampu menggoda manusia yang berbuat ikhlas.

TINDAKAN AKHLAQI DAN TINDAKAN ALAMI II

Dalam perspektif Ulama Persia yang non-sektarian ini tindakan akhlaqi hanyalah tindakan-tindakan yang bersifat "ikhtiyari", yakni tindakan-tindakan yang diusahakan dengan penuh kesungguhan. Adapun tindakan-tindakan yang "alami", sebagaimana sebagian tindakannya dilakukan oleh binatang, tidak termasuk ke dalam tindakan akhlaqi.

Seorang ibu yang mennyusukan bayinya bukanlah merupakan perbuatan akhlaqi, karena kambing dan sapi pun melakukannya. Demikian juga kedua orangtua - ibu dan bapak - yang mengasihi putera-puterinya bukanlah perbuatan akhlaqi karena binatang pun, malah harimau dan singa yang galak pun mengasihi anak-anaknya.

Seorang ibu dikatakan melakukan perbuatan akhlaqi manakala ia mendengar tangisan bayi orang lain, kemudian memungut dan menyusukannya. Dan para orangtua atau siapa saja orang-orang yang dewasa dipandang melakukan perbuatan akhlaqi manakala mereka mengasihi anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

Seorang kaya-raya yang membayar zakat dan memberi makan di hari kelaparan pun bukan merupakan tindakan akhlaqi, karena perbuatan ini bagi orang yang kaya-raya adalah perbuatan yang diwajibkan. Mereka dipandang melakukan perbuatan yang akhlaqi manakala meng-infaq-kan hartanya di luar kewajiban-kewajibannya; mungkin dengan memberi kehidupan kepada para ulama, membelikan kitab-kitabnya, memberikan beasiswa kepada para pelajar, memberikan modal usaha dan pelatihan manajerial bisnis kepada keluarga yang miskin, dan lain sebagainya yang dikategorikan sebagai tindakan perberdayaan orang-orang miskin.

Ibadah-ibadah wajib, seperti shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, zakat, dan hajji bagi orang yang mampu, Mengapa bukanlah perbuatan-perbuatan akhlaqi.

Jawabannya: Karena perbuatan menyembah Allah serta melakukan keta'atan kepada-Nya merupakan perbuatan-perbuatan alami, seperti halnya makan ketika lapar dan minum ketika haus. Hanya manusia brengsek, bejad moral, yang tidak mengerti akan hal ini.

Bukankah Al-Qur'an sendiri mengungkapkan, bahwa suka ataupun tidak suka semua makhlaq tunduk kepada Kekuasaan-Nya ?!

Beda halnya dengan shalat-shalat sunnah, puasa-puasan sunnah, dan hajji serta umrah ke sekian kalinya, terlebih-lebih infaq dan shadaqah di luar kewajiban, itu semua merupakan tindakan-tindakan akhlaqi yang sangat dipuji oleh Allah Swt.

Namun demikian, walau bukan tindakan akhlaqi, tindakan-tindakan atau amal-amal wajib yang kita lakukan tetap diberi pahala oleh Allah Swt. Semoga kita dapat meningkatkan tindakan akhlaqi !

TINDAKAN AKHLAQI DAN TINDAKAN ALAMI

Kata "akhlaq" sudah tidak asing lagi terdengar setiap saat. Secara umum, yang kita dengar sehari-hari di masyarakat, kata akhlaq mengacu kepada tindakan-tindakan yang bernilai, berharga, bermanfaat, bermoral, beretiket, dan segala tindakan yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan-perbuatan yang "baik".

Apakah seorang ibu yang bangun di tengah malam karena mendengar rintihan bayinya yang masih mungil kemu-dian menetekkannya merupakan tindakan akhlaqi?
Tanpa ragu-ragu, hampir setiap orang membenarkannya.

Apakah seorang ayah yang bekerja keras seharian tanpa mengenal siang ataupun malam, panas ataupun hujan, untuk mencari sesuap nasi bagi istri dan anak-anaknya merupakan tindakan akhlaqi?
Tanpa ragu-ragu, hampir semua orang meng-ya-kannya.

Dan apakah shalat lima waktu dan ibadah-ibadah wajib lainnya yang dikerjakan oleh orang-orang muslim, di saat sehat ataupun sakit, di saat tinggal di rumah ataupun sedang dalam perjalanan, dalam keadaan segar-bugar ataupun lelah, merupakan tindakan-tindakan akhlaqi?
Terhadap pertanyaan ini pun semua orang mengamininya.

Apakah jawaban kebanyakan orang itu benar ditinjau dari sudut Ilmu Akhlaq?

Nah, nanti dulu!

Ilmu Akhlaq membedakan perbuatan-perbuatan akhlaqi dengan perbuatan-perbuatan alami.

Adalah 'Alamah Murtadha Muthahhari yang membahas persoalan ini secara panjang-lebar dalam kitabnya FALSAFAH AKHLAK.

THE FORE FATHER OF MINANGKABAU


Based on the believe of the fore parents stated in "Tambo", news and ancients proverbs, it can be said that to judge "Tambo" was containing 2% the truth and 98% mithology is trully reasonable.
According to Proff. Kern, the first nation came firstly to the Southern of Khatulistiwa (Minangkabau) was said "Proto Meleiers" or the old Malay, than came "Deuto Meleiers" or the Young Malay. Generally "Nusantara" once was came by nations from Campa, Kampuchea and Kochin.
And according to "Tambo" of Minangkabau, the fore father of Minangkabau was Sultan Maharajo Dirajo. Who had sailed with his followers Cati Bilang Pandai which was well known with the name Tukang Sibak Ulai, and the four skilled escort in self defence, Kuciang Siam, Harimau Campo, Kambiang Hutan and Anjieng mualim. The had sailed along the Lakadewa Island passing Serindit and Langgapuri or Ceylon straight to Gold archipel and harboured in the Merapi Volcano.
Sultan Maharajo Dirajo was the son of Iskandar Zulkarnain (Alexander Grote). Alexander Grote or the Great Alexander was the greatest kingdom's king in Masedonia (Athen) 365 - 323 Bc. He was the pupil of Aristoteles 384 - 323 Bc. While Aristoteles was the pupil of plato 427 - 347 Bc. Alexander Grote married to a prnces of Ruhum (East Rome). From this married he was inherited three sons, named; Sultan Maharajo Alif, Sultan Maharajo Depang (Dipang) and Sultan Maharajo Dirajo.

Before the death of Iskandar Zulkarnain (Alexander Grote), he has assigned his son Sultan Maharajo Alif to leave for Ruhum (East Rome) to govern it, while Sultan Maharajo Dipang had been assigned to China to govern it and Sultan Maharajo Dirajo had been assigned to came to an island in the southern of Equator.As it had stated earlier, Sultan maharajo dirajo was set with his followers along Lakadewa passing Serindit or Langgapuri straight to the Gold Island or Jawa Alkibri which is now is named Sumatera (Andalas).

Among the followers there were Cati Bilang Pandai or named Tukang Sibak Ulai, and the four escort Kuciang siam, Harimau Campo, Kambiang Hutan and Anjieng Mualim. The four were the champion of self defence from their own region. They were not animal although were named with animal Kuciang (Cat), Harimau (Tiger), Kambiang (Goat) and Anjieng (Dog). They were totally human being that were named is accordance to their style of skill in self defence.
After harbouring to the Andalas island the journey was straighted to the slope of Merapi Volcano and this was the beginning of the dwelling of Sultan Maharajo Dirajo in the slope of Merapi. And the first home of theirs was named Galundi Nanbaselo.
Sultan Maharajo Dirajo has four doughters and a niece called Indah Juita. The four doughters of Sultan Maharajo Dirajo ware married to his followers while his niece was married to Sangsepurbha. Sangsepurbha was the name derived from the Greek word means Suprabha who came from "Kula Warga Sri Sailendra Kaundinya" from Bukit Siguntang (Mahameru). From the marriage of Sang Sepurbha and Indah Juita they were inherited a son named Dt. Perpatiah Nan Sabatang.


After the death of Sang Sepurbha, the widow Indah Juita married to Cati Bilang Pandai, and from their marreid they had two sons, Dt. ketumanggungan and Dt. Suri Dirajo. Of the three sons of Indah Juita, Dt. Ketumanggungan and Dt. Perpatiah Nan Sabatang were found of goverment and politic, while Dt. Suri Dirajo was found of military (force) and it was Dt. Suri Dirajo who created the science of self defence in Minangkabau which now is well known with the name of Silek (Silat).

The development of Silek


The development of Silek was begun as the development of Minangkabau land. The development of Minangkabau land was coused by the deusely populated of Pariangan people that time. Sultan Maharajo Dirajo, however, was assigned his followers to lead the team in the development mission in that area.At that period, the group lead by Harimau Campo was assigned to bring the group to Luhak Agam (Luhak at this time was not approved as regency), and Kan-Bin (Kambiang Hutan) was assigned to dwell Luhak Lima Puluh, and Kuciang Siam was directed to Lasi region while Anjieng Mualim brought his group to the foreign land.
From the development of the region, in fact was becoming the development of the education of "silek" Minangkabau, that the name was not Silek Tuo anymore or Silek Usali, but nowadays is varied base on the name of the region (area) and the teacher. Just as Silek Harimau Campo, Kambiang Hutan, Anjieng Mualim, Kuciang Siam, than, developed in accordance to the regional development like Silek Pakih Rabun, Silek Lintau, Silek Inyiak Uban, Silek Starlak, Batu Mandi, Kumango, Silek Pauah, and so forth. Beside Silek, Minangkabau always follows the development of region (area) and science. Principally, the source of Silek Minangkabau derived from a single source created by Dt. Suri Dirajo. And development of Minangkabau area become more bigger which was stated in the history that the eastern Minangkabau was the old Malay area (melayu tua) and the northern covered Sriwijaya.
This was supported by a Budhisht priest, I'Tsing on his way home to China from his journey to Hindi 671. the most interesting thing to I'Tsing was a meanwhile of his journey to the capital area "Mo - Lo - Yoe" (Melayu) situated in the valley of Left Kampar and Right Kampar rivers in which at noon he had stopped on his own head shadow, that means it was situated under the equator line.
In addition to development of Silek Minangkabau which has been developed as well as development of new area. And as it has been stated earlier that the assignment of team to develop the area by Dt. Suri Dirajo and Dt. Nan Baduo ( Dt. Perpatiah nan Sabatang and Dt. Ketumanggungan) the science of Silek Minangkabau had been varied ;
  1. The science of Silek Harimau CampoAs it has been stated earlier that Harimau Campo was commandedto lead the team to the area of Luhak Agam. As it is familiar to Minangkabau people in Agam, the son of Tiger from Luhak Agam. "Harimau Campo" was also teach Silek Tuo (an olld Silek) to his generations which was dominanthy coloured with imitation movements of tiger from his home land.
  2. The science of Silek Kuciang SiamAs well as science of Silek Minangkabau developed in Canduang Lasi, thought by Kuciang Siam to his generations, prncipally was still Silek Tuo (an old Silek), but the movement was basically dominant with the movements of Cat, as the house pet to protect from the disturbance of rats. Cat movements are extremely soft and calm but too dangerous of it has caught its, when it is felt down on smashed, the first falling was its feets and would not be soundly, just like not step on the ground. In the movement of Silek, there is a movement called "Jatuah Kuciang" means fall down like cat.
  3. The science of Silek Kambiang HutanKan-Bin or Kambiang Hutan who was from Cambay northern Malabar was also inherited the science of Silek Tuo or Silek Usali thought by Dt. Suri Dirajo. The science of Silek Kambiang Hutan developed in the area of Luhak Lima Puluh Kota, the caracteristic of this kind of Silek acts more movements beside using hands it is also using head struck and feet crossing unsuspected by the rivals.
  4. Silek Aseli (Silek Tuo) an Old SilekOf the science of gayuang belonged to Dt. Suri Dirajo and its combination with the three sort of Silek above, was created a type of Silek varied from self-defence from Tanah Basa (the Basic Land). Caught this sort of Silek was so called Silek Langkah Tigo (three steps Silek) or Silek Usali than was named Silek Tuo, basically the main source was Gayuang or most well known with the target "Sajangka Duo Jari"
  5. The science of Silek Anjieng MualimAnjing Mualim was the name of An-jin from the southern of Hindi Persian or Gujarat, this science of Silek developed in Rantau Pesisir (foreign shore). When we take for granted the existence of Bukit Barisan (mountain range) streched from the North West to the Southern East, and from the central to the South it could be seen the Mountaineus ethnics commencing from Angola, Mandailing, Minangkabau, Lebong, Rawas, Relang Pasaman, Merapi mountain, Seblat mountain, Kaba mountain, and Dempo Mountain, as well as the river flows and goes to the estuary of these of Eastern Coast of Sumatera. This was the area where An-Jin leader for the development of foreign area as well as the grow of its society. This kind of Silek used the fighting movement and defence in form of circle.

THE DEVELOPMENT OF SILEK AFTER THE REFORMATION OF ISLAMIC

In the beginning of the fall of Minangkabau Kingdom there were also reformations of science of Silek in Minangkabau. Islam (Syi'ah) developed in Minangkabau in 1150. three young pilgrimage of Minangkabau came home from Mecca in 1803, to reform Islam, that was has chance had accured a political chaos in Minangkabau. The three pilgrimager were ;
  1. Haji Miskin from Luhak Tanah Datar whose Mosque was in his homeland Pandai Sikat
  2. Haji Piobang from Luhak Lima Puluh Kota
  3. Haji Sumaniak from Luhak Agam
The three man came home to Minangkabau to the purpose of Islamic Reformation, from Syi'ah belief to Wahabi belief. In this reformation era, the three were assisted by the five youngsters who has deeply learned of Islamic. They were Tuanku nan Renceh from Kamang, Tuanku nan Tuo from Cangkiang, Malin Putiah in Aia Tabik, Tuanku Pamansiang and Peto Syarif in Bonjol or is well known as Imam Bonjol. They were, in fact, more well known with the name of "Harimau nan Salapan" (the eight tiger).
The name of Harimau nan Salapan was honoured to them, in case of their way in the reformation of Islamic that time was thought to be in violence which was totally against by the custom groups. Lassly these eight tigers was more known with "Harimau nan Sambilan" (nine tigers), since Tuanku Rao was becoming the members of the group who came from Rao Pasaman, beside the religion expert, they were also the developer of Silek in Minangkabau.
For the tima being, actually, the inheritance Silek "Langkah Tigo" (three steps) or SilekTuo (an old Silek) started to be coloured dicussion an opinion of Islam education. From this site, than varied names and partys of Silek in Minangkabau started to develop, generally is perfected by the injection of spiritual strenght through discussion and ritual activity done base on Islamic education.
The more develop the areas and their culture the more worse the Minangkabau culture, aspecially Silek, more over the more invisible the history of originality of Silek in Minangkabau. The names of Silek ideology existed and develop this time was named on the man who teach it or on the area it comes from. This could be seen from some Silek ideologies well known in Minangkabau.

Silek KumangoKumango is a region in Sungai Tarab, Tanah Datar regency. This was developedby an Islamic developernamed Syech Abdurrahman or most well known with the name Syech Kumango (1825). Beside teaching religion, Syech Kumango was also teach the science of self defence Silek Tuo (an old Silek), which was coloured the inspiration of Islamic. Up to this time this sort of Silek has been called Silek Kumango, since the teacher was from Kumango.
To name of Silek ideology, from this case, we can state that it was taken from the name of the region or area where it derived from the man who taught it just as one of the pupil of Silek Kumango , Malin Marajo, as he developed this kind of Silek in Batu Sangkar, the ideology of his Silek was Called Silek Malin Marajo.
Beside some other provements; Silek Pakiah Rabun from Muaro Labuah, Silek Inyiak Uban from Maninjau, Silek Lintau from Lintau a region in Lubuak Jantan area in Lintau Buo Tanah Datar regency which was developed by St.(sutan)Ahmad Tuanku Laras Lintau in the beginning of 19th Century.
Silek Starlak, from Kamang in Agam Regency developed by Ulud Bagindo Chatib 1865.
The development of the school of Silek as well as their names, however, has a greater effect to the missunderstanding of the history of the grow of Silek in Minangkabau. Beside the variation of Silek ideology developed in Minangkabau, there has been lack of the existence of fighters of Silek in Minangkabau who totally comprehend or know the history of the scienceof Silek Minangkabau. This is, in fact, a sadly matter, in relevant to the progress of tchnology, most Minangkabau people has been referringto the import habit from foreignt country and more lack of the attention of the young people to the future of tradition cultureand custom which is said "ndak lapuak dek hujan ndak lakang dek paneh" (ever green)
And so that the education of Silek in Minangkabau at the moment seems to be rare. This is, in fact, regarded as the very secret system of Silek education itself, in which generally a teacher will teach his pupil at night, and so too the inherite such education just like the following word; "kok ndak ado nan sajangka cari nan saeto" (if there no a span find a cubicts).
This means in generating the science of Silek a teacher cannot teach it to every people, but only to their generation only (their dinasty) like child, nephew, or relative. Moreover in generating of science of Silek base on spiritual side, ritual discussions which are so called "Panaruahan" or saving, that why the population of Silek fighter in Minangkabau become more less than over. This can be proved by the lackness of a training center of traditional Silek in Minangkabau. 

In Silek training center, pupils are not only taught the science of Silek but also attitude, philosopy of life and Minangkabau custom and Culture. A pupil will be called "pendekar" when he has deeply learned and greatly comprehend the philosopy of life and Islamic religion teaching.
"ALAM TAKAMBANG JADIKAN GURU"
This can be said that experience is the best teacher, the pupil will learn more from the nature and has a greater respect to all thing he gets.
This ritual opinion "Alam Takambang Jadikan Guru" (nature is the best teacher) has a greater meaning covered universe and it's contains.
In Teaching Silek science, formally, a Silek teacher is also taught philosopy of life which is very useful in forming a personality of Silek fighter.in generating the skill of Silek, the pupil is also taught attitude, courtesy and inner personality.

Karenamu


Luruh rindu menderu dalam kalbu..


Bagai debu tersapu angin yang melaju..


 
Rindu menelusup ke aliran darah yang berpacu..


Menggetarkan nadi bagai lindu..


 
Mencairkan hati yang membeku..


Semua karenamu.. 

Ditanyakan kepadanya


Ditanyakan kepadanya siapakah pencuri
Jawabnya: ialah pisang yang berbuah mangga
Tak demikian Allah menata
Maka berdusta ia


Ditanyakan kepadanya siapakah penumpuk harta
Jawabnya: ialah matahari yang tak bercahaya
Tak demikian sunnatullah berkata
Maka cerdusta ia


Ditanyakan kepadanya siapakah pemalas
Jawabnya: bumi yang memperlambat waktu edarnya
Menjadi kacaulah sistem alam semesta
Maka berdusta ia


Ditanyakan kepadanya sapakah penindas
Jawabnya: ialah gunung berapi masuk kota
Dilanggarnya tradisi alam dan manusia
Maka berdusta ia


Ditanyakan kepadanya siapa pemanja kebebasan
Ialah burung terbang tinggi menuju matahari
Burung Allah tak sedia bunuh diri
Maka berdusta ia


Ditanyakn kepadanya siapa orang lalai
Ialah siang yang tak bergilir ke malam hari
Sedangkan Allah sedemikian rupa mengelola
Maka berdusta ia


Ditanyakan kepadanya siapa orang ingkar
Ialah air yang mengalir ke angkasa
Padahal telah ditetapkan hukum alam benda
Maka berdusta ia


Kemudian siapakah penguasa yang tak memimpin
Ialah benalu raksasa yang memenuhi ladang
Orang wajib menebangnya
Agar tak berdusta ia


Kemudian siapakah orang lemah perjuangan
Ialah api yang tak membakar keringnya dedaunan
Orang harus menggertak jiwanya
Agar tak berdusta ia


Kemudian siapakah pedagang penyihir
Ialah kijang kencana berlari di atas air
Orang harus meninggalkannya
Agar tak berdusta ia


Adapun siapakah budak kepentingan pribadi
Ialah babi yang meminum air kencingnya sendiri
Orang harus melemparkan batu ke tengkuknya
Agar tak berdusta ia


Dan akhirnya siapakah orang tak paham cinta
Ialah burung yang tertidur di kubangan kerbau
Nyanyikan puisi di telinganya
Agar tak berdusta ia

                                                                      Dr. Emha Ainun Najib

Reading Al-Qur'an