-=[ meng HITAM ~ PUTIH kan PELANGI ]=-

-=[Selamat Datang Di blog Sederhana Ini Semoga Anda Senang Dengan Yang Kami Sajikan.!!]=-

Seuntai Salam

Kugoreskan Seuntai Salam penuh kehangatan
menghempaskan angin kedukaan
Melantun seiring nyanyian hati
Bergemuruh bersama sang waktu

Mencari onggokan kata-kata indah di Samudera
Bagai menyusuri Lautan yang paling dalam
Mencoba merangkai sederet puisi
Bagai menyusun ungkapan hati yang paling indah

Tatkala mentari berkejaran dengan rembulan
Apakah engkau akan tetap di sana?
Menunggu hingga kutuangkan bait-bait yang memenuhi otakku
Seakan ingin keluar dan menumpahkannya?

Karena kutetap menyulam kata
Cermin rasa dan keasaanku
Menampar semua keangkuhanku
Dan membiarkan baitku mengisi jagat raya

Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan

AKHLAK TERHADAP IBU-BAPAK


Akhlak terhadap ibu-bapak yang masih hidup
Kalian pernah lihat seorang ibu yang sedang hamil?
Coba tanya, bagaimana sih perasaannya.
Dia mual-mual, mules dan merasakan sakit yang luar biasa. Semakin hari rasa sakitnya itu semakin menjadi-jadi, semakin bertambah berat.

Kemudian dia melahirkan anaknya.
Kalian tahu betapa sakitnya seorang ibu yang sedang melahirkan?
Dia menangis berteriak-teriak, saking sakitnya. Dan dia pun untuk beberapa hari tidak bisa berjalan. Tapi begitu mendengar tangisan si kecil, dia langsung menyusui bayinya, seolah rasa sakitnya itu tidak dirasakan.

Kapan sang bayi mengisap ASI?
Tak kenal waktu, siang atau malam, malah sedang tidur lelap sekalipun. Tapi si ibu bangun juga dan langsung memberinya ASI.

Ketika menyusui pun si bayi sering menggigit puting si ibu. Wah, sakitnya bukan main, terlebih-lebih jika gigi si bayi sudah mulai tumbuh. Si bayi sering ngompol dan mengeluarkan kotoran tanpa mengenal waktu. Tapi si ibu dengan setia menggantikan popoknya walau di malam buta. Itu kasih sayang ibu terhadap anaknya, ya terhadap kita, ketika si anak masih kecil.

Mulai besar sedikit si anak senang nangis dan rewel yang sangat menjengkelkan. Tapi si ibu dengan tenangnya berusaha menghibur anak kecilnya. Bagi kalian yang perempuan perlu sadar bahwa kalian akan menjadi seorang ibu. Demikian juga bagi kalian yang laki-laki akan menjadi seorang ayah.

Adapun ayah bekerja keras mencari nafkah tanpa kenal lelah untuk menghidupi kita! Dialah yang memenuhi hajat-hajat kita, berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan biaya-biaya pendidikan serta kesehatan kita.

Nabi Saw pernah berwasiat: "... ridhallah fi ridhal walidaini (Ridha Allah ada dalam keridhaan kedua ibu-bapak). Jadi, jika kita ingin memperoleh keridhaan Allah (justru keridhaan Allah inilah yang dikejar oleh para ahli ibadah), maka kita harus memperoleh keridhaan dari kedua ibu-bapak kita.

Oleh karena itu Allah Swt memberikan bimbingan kepada kita dengan jalan menyadarkan jasa-jasa orangtua yang melahirkan dan memelihara kita.

Dalam Al-Qur'an Surat Luqman ayat 14 diungkapkan, yang artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Oleh karena itu) bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu-bapakmu! Hanya kepada Aku-lah kamu kembali.

Jadi, selain bersyukur kepada Allah, kita perlu bersyukur kepada ibu-bapak kita, yakni dengan jalan berbuat baik kepada ibu-bapak. Adapun tata-cara bersyukur kepada ibu-bapak yang masih hidup adalah:

1.   Memohon maghfirah (pengampunan) dan Rahmat Allah bagi kedua ibu-bapak kita. Kita perlu beristighfar memohon pengampunan Allah dari segala dosa dan kesalahan diri kita dan kedua ibu-bapak kita. Diusahakan sekurang-kurangnya sekali dalam sehari, malah akan lebih baik lagi jika setiap sehabis shalat yang wajib kita berisghfar dan memohon rahmat Allah bagi mereka.


Bacaan istighfar dan do'anya, di antaranya sebagai berikut:

Rabbighfir li wa li walidayya warhamhuma kama Rabbayani shaghira.

(Ya Rabbi! Ampunilah aku dan kedua orang ibu-bapaknya, dan kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka mengasihaniku di waktu kecilku).


Rabbighfir li wa li walidayya wa lil mu'minina yauma yaqumul hisab.

(Ya Rabbi! Ampunilah aku, kedua ibu-bapakku, dan orang-orang yang beriman pada Hari Perhitungan (Hari Akhir)."



2.  Hormat kepada kedua ibu-bapak. Ibu-bapak kita adalah orang yang paling patut kita hormati. Kita berbicara dengan bahasa yang baik, tidak dengan bahasa biasa, terlebih-lebih bahasa yang kasar. Sikap dan tindakan kita pun menunjukkan penghormatan yang dalam.


  • Ketika bersalaman, misalnya dengan menunduk dan mencium tangannya
  • Ketika dipanggil segera datang menghadap serta menanyakan secara baik maksud pemanggilannya
  • Ketika meminta sesuatu, misal uang, dengan melihat-lihat situasi psikologis ibu-bapak yang sedang lapang
  • Tidak memaksakan kehendak kita, melainkan disampaikan dengan cara-cara yang baik
  • Tidak menyinggung perasaan mereka
  • Selalu meminta maaf setiap kali kita salah atau kurang menyenangkan keduanya
  • Tidak bertengkar di dekat kedua ibu-bapak
  • Tidak menunjukkan sikap ogah, misal dengan mengatakan: "Ah!" terlebih-lebih membentak keduanya.


Allah Swt memberikan rambu-rambu di dalam bergaul dengan kedua ibu-bapak, sebagaimana terungkap dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra ayat 23-34: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka; dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan do'akanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil."

Menghidupkan Sunnah Rasulullah Saw


Menghidupkan sunnah Rasulullah Saw mungkin terlalu abstrak bagi kita yang masih awam. Tapi bagi kaum terpelajar, terutama lagi para ulama, menghidupkan sunnah Rasulullah Saw itu merupakan kewajiban. Terlebih-lebih sunnah Rasul yang terekam dalam kitab-kitab hadits disinyalir banyak yang lemah dan palsu.

Studi kritis atas hadits, baik studi kritis atas metodologi ataupun atas isi/materi hadits, jelas sekali merupakan akhlaq mulia terhadap Rasulullah Saw. Nabi sendiri mewanti-wanti akan munculnya hadits-hadits palsu ini, dengan sabdanya: barangsiapa berdusta atas namaku, maka bersiap-siaplah bertempat tinggal di neraka. Hadits shahih dan populer ini jelas sekali mengisyaratkan pentingnya studi kritis atas hadits.

Mencintai Keluarga Nabi Saw


Amal (akhlaq) lain bagi Nabi Muhammad Saw adalah mencintai keluarganya.
Dalam Al-Qur'an Surat Asy-Syura ayat 23 disebutkan:
"Katakanlah (hai Muhammad): 'Aku tidak meminta upah kepadamu atas da'wahku selain kasih sayang dalam kekeluargaan'."

Nabi Saw meminta umatnya untuk mencintai keluarganya. Siti Fatimah, putri Nabi Saw, sangat dicinta oleh Nabi yang mulia. Nabi Saw pun meminta kaum beriman untuk mencintai putrinya itu dengan mengatakan: "Siapa yang mencintai Fatimah berarti mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku berarti mencintai Allah; dan barangsiapa membenci Fatimah berarti membenciku, dan barangsiapa membenciku berarti membenci Allah." Demikian juga Nabi Saw sangat mencintai kedua cucunya, Hasan-Husein, dan meminta kaum beriman untuk mencintai Hasan-Husein. Sabda Nabi Saw: "Hasan dan Husein adalah dua pemuda pemimpin surga."

Ingin mendalami hal ini? Silahkan baca buku Keutamaan Keluarga Rasulullah Saw yang telah disebutkan di atas. Bacaan shalawat "Allahumma shalli 'ala Muhammad" ditambah "wa ali Muhammad" (dan bagi keluarga Nabi Muhammad) adalah salah satu wujud kecintaan kita kepada keluarga Nabi Saw.

Nabi Saw beserta keluarganya dilarang menerima zakat. Tapi Allah Swt memerintahkan orang-orang beriman untuk memberikan sepertiga khumus bagi keluarga Nabi Saw. Keluarga Nabi, hingga kini, berhak atas shadaqah selain zakat dari orang-orang beriman. Di negeri kita, keluarga Nabi Saw dikenal dengan sebutan Sayyid atau Habib. Masyarakat kita sudah terbiasa menghormati mereka, juga memberikan shadaqah pada mereka.

Haya' / malu


Bedakan antara "malu" dan "pemalu". Kita perlu memiliki sifat "malu", tapi jangan menjadi pemalu. Sifat yang terakhir (pemalu) sering berkonotasi negatif, misalnya malu melewati jalan sempit yang di kiri-kanannya banyak orang nongkrong; malu bertanya kepada guru; dan malu mengaji.

Dalam sebuah hadits disebutkan:
"alhaya-u syu'batu minal iman" (Malu itu sebagian dari iman).

Malu di sini adalah malu terhadap Allah Swt, seperti malu berbuat maksiat dan kejahatan. Ketika akan berbuat nakal, kita malu kepada Allah karena Dia selalu mengawasi kita. Ketika mau mencuri, berbuat curang, dan korupsi, kita pun malu karena Allah Maha Melihat kita.

Syukur ni'mat


Pernahkah Anda menghitung, berapa banyak sih ni'mat yang Allah berikan bagimu?
Taruhan, pasti Anda tidak mampu menghitungnya, karena saking banyaknya kenikmatan yang kita terima.

Anda tentu tahu HO2 yang dihirup setiap saat, setiap detik, setiap kali kita bernafas. Itu semua gratis, bukan?.

Ya, itu semua dari Allah Swt. Coba kalau kita harus membeli oksigen, berapa ratus juta rupiah uang yang harus kita keluarkan. Dan jarang sekali orang yang punya uang sebanyak itu. Lihat saja orang yang pergi ke luar angkasa, atau yang mau menyelam ke dasar lautan, mereka semua membawa tabung HO2. Dan ini hasil pembelian, tidak gratis. Berapa sih harga setabungnya? Cukup mahal! Nah, siapa yang menciptakan dan memberikan HO2 secara gratis itu? Allah Subhanahu wa Ta'ala. Masya Allah, pernahkah kita menyadari anugerah Allah yang sangat besar itu.

Apakah kita pernah menyampaikan rasa syukur atas ni'mat yang sangat besar itu? Bila belum, mulailah dari sekarang kita ungkapkan rasa syukur itu dengan mengucapkan: alhamdulillah atau subhanallah.

Malah kata Ibn Arabi (ulama dan filosof Islam), kita wajib mengungkapkan rasa syukur kita sebanyak dua kali setiap kita bernafas: satu kali ketika menarik nafas, dan satu kali lagi ketika mengeluarkan nafas. Ya, bagi orang-orang mu'min yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan sedekat-dekatnya, mareka selalu melakukan syukur demikian. Bagi kita, paling tidak kita perlu mengucapkan: subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, dan la ilaha illallah, sehabis kita mengerjakan shalat wajib.

Randang Padang



Rendang is one of favourite culinary from Padang. Rendang made from cow meat simmered in spices and coconut milk. You’ll find rendang in Padang restaurants or food stall. There are two kind of rending, dry rendang and kalio (wet rendang). The cooking process of dry rending was longer than wet rendang.

The characteristic of wet rending are its souce more liquid and its color is yellow-brown, not yet brown-black like dry rendang. Rendang have unique characteristic, its taste deliciously oily and salty, sweet, and hot which balanced, and spicier.There are no cooking standard or standard recipes of rendang, so the taste can be differ among food stall or restaurants. The variants of taste depend on condiment and spices which used. Commonly, spices used in rendang recipes are red chili, red onion, garlic, galangal, ginger, turmeric, turmeric leaves, bay leaves, lemongrass, candlenuts, salt, sugar and kandis sour fruit. If you can not mixed spices above, you can buy instant rendang spices in supermarkets.

TINDAKAN AKHLAQI DAN TINDAKAN ALAMI II

Dalam perspektif Ulama Persia yang non-sektarian ini tindakan akhlaqi hanyalah tindakan-tindakan yang bersifat "ikhtiyari", yakni tindakan-tindakan yang diusahakan dengan penuh kesungguhan. Adapun tindakan-tindakan yang "alami", sebagaimana sebagian tindakannya dilakukan oleh binatang, tidak termasuk ke dalam tindakan akhlaqi.

Seorang ibu yang mennyusukan bayinya bukanlah merupakan perbuatan akhlaqi, karena kambing dan sapi pun melakukannya. Demikian juga kedua orangtua - ibu dan bapak - yang mengasihi putera-puterinya bukanlah perbuatan akhlaqi karena binatang pun, malah harimau dan singa yang galak pun mengasihi anak-anaknya.

Seorang ibu dikatakan melakukan perbuatan akhlaqi manakala ia mendengar tangisan bayi orang lain, kemudian memungut dan menyusukannya. Dan para orangtua atau siapa saja orang-orang yang dewasa dipandang melakukan perbuatan akhlaqi manakala mereka mengasihi anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

Seorang kaya-raya yang membayar zakat dan memberi makan di hari kelaparan pun bukan merupakan tindakan akhlaqi, karena perbuatan ini bagi orang yang kaya-raya adalah perbuatan yang diwajibkan. Mereka dipandang melakukan perbuatan yang akhlaqi manakala meng-infaq-kan hartanya di luar kewajiban-kewajibannya; mungkin dengan memberi kehidupan kepada para ulama, membelikan kitab-kitabnya, memberikan beasiswa kepada para pelajar, memberikan modal usaha dan pelatihan manajerial bisnis kepada keluarga yang miskin, dan lain sebagainya yang dikategorikan sebagai tindakan perberdayaan orang-orang miskin.

Ibadah-ibadah wajib, seperti shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, zakat, dan hajji bagi orang yang mampu, Mengapa bukanlah perbuatan-perbuatan akhlaqi.

Jawabannya: Karena perbuatan menyembah Allah serta melakukan keta'atan kepada-Nya merupakan perbuatan-perbuatan alami, seperti halnya makan ketika lapar dan minum ketika haus. Hanya manusia brengsek, bejad moral, yang tidak mengerti akan hal ini.

Bukankah Al-Qur'an sendiri mengungkapkan, bahwa suka ataupun tidak suka semua makhlaq tunduk kepada Kekuasaan-Nya ?!

Beda halnya dengan shalat-shalat sunnah, puasa-puasan sunnah, dan hajji serta umrah ke sekian kalinya, terlebih-lebih infaq dan shadaqah di luar kewajiban, itu semua merupakan tindakan-tindakan akhlaqi yang sangat dipuji oleh Allah Swt.

Namun demikian, walau bukan tindakan akhlaqi, tindakan-tindakan atau amal-amal wajib yang kita lakukan tetap diberi pahala oleh Allah Swt. Semoga kita dapat meningkatkan tindakan akhlaqi !

TINDAKAN AKHLAQI DAN TINDAKAN ALAMI

Kata "akhlaq" sudah tidak asing lagi terdengar setiap saat. Secara umum, yang kita dengar sehari-hari di masyarakat, kata akhlaq mengacu kepada tindakan-tindakan yang bernilai, berharga, bermanfaat, bermoral, beretiket, dan segala tindakan yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan-perbuatan yang "baik".

Apakah seorang ibu yang bangun di tengah malam karena mendengar rintihan bayinya yang masih mungil kemu-dian menetekkannya merupakan tindakan akhlaqi?
Tanpa ragu-ragu, hampir setiap orang membenarkannya.

Apakah seorang ayah yang bekerja keras seharian tanpa mengenal siang ataupun malam, panas ataupun hujan, untuk mencari sesuap nasi bagi istri dan anak-anaknya merupakan tindakan akhlaqi?
Tanpa ragu-ragu, hampir semua orang meng-ya-kannya.

Dan apakah shalat lima waktu dan ibadah-ibadah wajib lainnya yang dikerjakan oleh orang-orang muslim, di saat sehat ataupun sakit, di saat tinggal di rumah ataupun sedang dalam perjalanan, dalam keadaan segar-bugar ataupun lelah, merupakan tindakan-tindakan akhlaqi?
Terhadap pertanyaan ini pun semua orang mengamininya.

Apakah jawaban kebanyakan orang itu benar ditinjau dari sudut Ilmu Akhlaq?

Nah, nanti dulu!

Ilmu Akhlaq membedakan perbuatan-perbuatan akhlaqi dengan perbuatan-perbuatan alami.

Adalah 'Alamah Murtadha Muthahhari yang membahas persoalan ini secara panjang-lebar dalam kitabnya FALSAFAH AKHLAK.

Masakan Terlezat Di Dunia


CNN: Rendang Masakan Terlezat di Dunia, Tambo Cie Dah...


CNN: Rendang

Masakan Terlezat di Dunia,

Tambuah Ciek Da...

icon15me, MINANGKABAU - Indonesia patut berbangga. Dua hidangan khas yakni rendang dan nasi goreng ditempatkan dalam jajaran teratas makanan paling lezat di dunia (World’s 50 Most delicious Foods) versi CNN.
Hal ini berdasarkan survei para pemerhati stasiun berita CNN, yang dimuat di situs CNNGo. Survei itu dihimpun melalui akun CNN di situs jejaring sosial Facebook.

Populernya rendang khas Padang ini disusul nasi goreng di urutan kedua dan Sushi dari Jepang di urutan ketiga. Survei sebelumnya, peringkat pertama makanan terlezat di dunia adalah Massaman curry asal Thailand.
Hasil survei yang dimuat di laman situs CNN ini melansir 50 makanan terenak di dunia ini menghasilkan rendang sebagai juaranya. “Setelah menjaring lebih dari 35.000 suara, makanan paling enak di dunia bukan Massaman curry, yang kami sarankan, tapi hidangan daging berbumbu yang pedas dari Sumatera Barat,” demikian hasil survei CNN.
Makanan asal Indonesia lainnya, Sate, juga masuk dalam daftar di urutan 14. Namun demikian, dari kuantitas makanan yang masuk sebagai daftar terlezat di dunia, Indonesia masih kalah dengan makanan asal Thailand yang enam diantaranya masuk dalam 50 jajaran teratas makanan terenak di dunia.
Thailand memang gencar mempromosikan wisata, termasuk kuliner, dengan dukungan maksimal dari pemerintah mereka. 
                    Berikut daftar 10 makanan paling lezat di dunia versi pembaca CNN : 
                                       1. Rendang, Indonesia
                                       2. Nasi Goreng, Indonesia
                                       3. Sushi, Jepang
                                       4. Tim yam goong, Thailand
                                       5. Pad thai, Thailand
                                       6. Som tan (salad pepaya), Thailand
                                       7. Dim sum, Hong Kong
                                       8. Ramen, Jepang
                                       9. Peking duck, China
                                       10. Massaman curry, Thailand.

THE FORE FATHER OF MINANGKABAU


Based on the believe of the fore parents stated in "Tambo", news and ancients proverbs, it can be said that to judge "Tambo" was containing 2% the truth and 98% mithology is trully reasonable.
According to Proff. Kern, the first nation came firstly to the Southern of Khatulistiwa (Minangkabau) was said "Proto Meleiers" or the old Malay, than came "Deuto Meleiers" or the Young Malay. Generally "Nusantara" once was came by nations from Campa, Kampuchea and Kochin.
And according to "Tambo" of Minangkabau, the fore father of Minangkabau was Sultan Maharajo Dirajo. Who had sailed with his followers Cati Bilang Pandai which was well known with the name Tukang Sibak Ulai, and the four skilled escort in self defence, Kuciang Siam, Harimau Campo, Kambiang Hutan and Anjieng mualim. The had sailed along the Lakadewa Island passing Serindit and Langgapuri or Ceylon straight to Gold archipel and harboured in the Merapi Volcano.
Sultan Maharajo Dirajo was the son of Iskandar Zulkarnain (Alexander Grote). Alexander Grote or the Great Alexander was the greatest kingdom's king in Masedonia (Athen) 365 - 323 Bc. He was the pupil of Aristoteles 384 - 323 Bc. While Aristoteles was the pupil of plato 427 - 347 Bc. Alexander Grote married to a prnces of Ruhum (East Rome). From this married he was inherited three sons, named; Sultan Maharajo Alif, Sultan Maharajo Depang (Dipang) and Sultan Maharajo Dirajo.

Before the death of Iskandar Zulkarnain (Alexander Grote), he has assigned his son Sultan Maharajo Alif to leave for Ruhum (East Rome) to govern it, while Sultan Maharajo Dipang had been assigned to China to govern it and Sultan Maharajo Dirajo had been assigned to came to an island in the southern of Equator.As it had stated earlier, Sultan maharajo dirajo was set with his followers along Lakadewa passing Serindit or Langgapuri straight to the Gold Island or Jawa Alkibri which is now is named Sumatera (Andalas).

Among the followers there were Cati Bilang Pandai or named Tukang Sibak Ulai, and the four escort Kuciang siam, Harimau Campo, Kambiang Hutan and Anjieng Mualim. The four were the champion of self defence from their own region. They were not animal although were named with animal Kuciang (Cat), Harimau (Tiger), Kambiang (Goat) and Anjieng (Dog). They were totally human being that were named is accordance to their style of skill in self defence.
After harbouring to the Andalas island the journey was straighted to the slope of Merapi Volcano and this was the beginning of the dwelling of Sultan Maharajo Dirajo in the slope of Merapi. And the first home of theirs was named Galundi Nanbaselo.
Sultan Maharajo Dirajo has four doughters and a niece called Indah Juita. The four doughters of Sultan Maharajo Dirajo ware married to his followers while his niece was married to Sangsepurbha. Sangsepurbha was the name derived from the Greek word means Suprabha who came from "Kula Warga Sri Sailendra Kaundinya" from Bukit Siguntang (Mahameru). From the marriage of Sang Sepurbha and Indah Juita they were inherited a son named Dt. Perpatiah Nan Sabatang.


After the death of Sang Sepurbha, the widow Indah Juita married to Cati Bilang Pandai, and from their marreid they had two sons, Dt. ketumanggungan and Dt. Suri Dirajo. Of the three sons of Indah Juita, Dt. Ketumanggungan and Dt. Perpatiah Nan Sabatang were found of goverment and politic, while Dt. Suri Dirajo was found of military (force) and it was Dt. Suri Dirajo who created the science of self defence in Minangkabau which now is well known with the name of Silek (Silat).

SIlek


THE BIRTH OF SILEK MINANG

The birth of Silek Minang was at the same time of the birth of Minangkabau land that was promoted by Dt. Marajo Panjang from Padang Panjang and Dt. Bandaharo Kayo from Pariangan. From the thought of Dt. Marajo Panjang and Dt. Bandaharo kayo, born three orriginal law ;
1. Laws of Simumbang Jatuah
2. Laws of Sigamak - Gamak
3. Laws of Silamo - Lamo
The three laws than were become the standart of law of the two Datuk; Dt. Perpatiah nan Sabatang and Dt. Ketumanggungan.which was called "Bajanjang Naiak Batanggo Turun". At that time Dt. Suri Dirajo created the science of self defence which is known as "Silek". Before than, Dt. Suri Dirajo had inherited the science of self defence (not silek) from his father Cati Bilang Pandai and Sultan Maharajo Dirajo, the science of self defence inherited by his father was called "Gayuang".
Gayuang is a science of self defense used to fight or to defeat the rival, while Gayuang consist of two sort; Physical Gayuang and Mental Gayuang. What it mean by "Gayuang Lahir" (Physical Gayuang) is to kick with a toe to three killing targets or more well, known with "Sajangka Duo Jari" (two fingers measurement). 

And the target is arround the neck (Adam Apple), 
pit of stomach, and the both upper of legs or the penis.
This target than ,has been  the main source of
the creation of Silek. The science of Gayuang Angin
(Mental) is a fight technique to defeat the rival
with the strength mentality source to 
the three vital target in the body; heart, lymph 
gland and liver. There is also another mental fight, 
this is not so called
"Gayuang" since it is used some tools or another mediums.
This form of science could be varied; Sijundai, Tinggam, Sewai, 
Parmayo and so forth.

This science is still kept by the old people of Minangkabau up to this time which is known as a saving science (Panaruahan).
Beside "Gayuang science" owned by Dt. Suri Dirajo, he also inherited self defence science from the four followers of Sultan Maharajo Dirajo ; Kuciang Siam, Harimau Campo, Kambiang Hutan and Anjieng Mualim.

Kuciang Siam
Kuciang Siam is a Follower of Sultan Maharajo Dirajo called Ko-Chin who comes from Siam now called Muangthai (Thailand). It was honoured to Ko-Chin becouse of the science of self defence he owned teoritically represented the movement of cat and too the characteristic of cat.
Harimau Campo
Harimau Campo or Campa, was the follower of Sultan Maharajo Dirajo who comes from Kampuchea and the name was honoured becouse of the science of self defence he owned was totally the artificial of tiger movement.
Kambiang Hutan
Kambiang Hutan, whose the first name was Kan-Bin, is and expert of self defense from Cambay the nothern of Malabar, from the movement of his self defence artified the goat movement, he was honoured to the name of Kambiang Hutan.
Anjieng Mualim
Was called Anjieng Mualimbecouse of the science of his self defence as well as the strategy of fight to defeat the rival artivied the movement of dog. His real name was An-Jin, who comes from southern Hindi or Persian and the word mualim here means the navigator.
To Dt. Suri Dirajo all inherited science he had was confailed one with the different result from the original one. This science is nowadays known with Silek Usali (original Silek), after ward is known as Silek Tuo (an Old Silek).

Tradisi Minang


Silek Tuo

Deep of highlands of west Sumatra exist an ancient martial art the protector of this style of self defense are known of the Minangkabau and their martial art is knows as Silek Tuo.
With name like Sitaralak, Kumango, Lintau and Batu Mandi. The Minangkabau art of silek has developed into many different styles. This page is devoted to just one style of Silek Tuo or “Old Silek”. However, some of this information my apply to silek in general.

As a matrilineal society, Minangkabau people place great importance on the mother’s brother or uncle. In the past this style was taught by the “mamak” (uncle) to his sister children.
The moves were learned at night as secrecy was of crucial importance. Silek developed as an art or self defense, it is not to be used for attack, while Silek tuo teaches, it’s truly shines in it’s ingenious counter attacks these moves at time look more like wrestling as the consist of locks, holds, and levers, that it applied. Properly can immediately disable or even kill the enemy.
The fundamental movement in Silek Tuo is A twisting motion called “Gelek”. The is done by twisting the body at the feet and hip. This basic movement is used in both defending and attacking. For example , is a punch is thrown severely the at ones head, the “Gelek” or twisting motion, would allow the defender to avoid being hit by the punch the defender is now in the perfect position. For making a counter attack the Gelek motion is also used to get free from most kind of kicks and holds.
Learning the Gelek is the first phase in silek training. The second series teaches five series of attacks and counter attacks, called “induak – induak” this sequences are designed to train the silek player to be able to defend himself in numerous situations.
In practicing the five “Induak – induak”, the silek student very quickly develops, reflexes, which eventually will allow the student to defend against all kinds he/she has practiced in the “Induak – induak” 

The development of Silek


The development of Silek was begun as the development of Minangkabau land. The development of Minangkabau land was coused by the deusely populated of Pariangan people that time. Sultan Maharajo Dirajo, however, was assigned his followers to lead the team in the development mission in that area.At that period, the group lead by Harimau Campo was assigned to bring the group to Luhak Agam (Luhak at this time was not approved as regency), and Kan-Bin (Kambiang Hutan) was assigned to dwell Luhak Lima Puluh, and Kuciang Siam was directed to Lasi region while Anjieng Mualim brought his group to the foreign land.
From the development of the region, in fact was becoming the development of the education of "silek" Minangkabau, that the name was not Silek Tuo anymore or Silek Usali, but nowadays is varied base on the name of the region (area) and the teacher. Just as Silek Harimau Campo, Kambiang Hutan, Anjieng Mualim, Kuciang Siam, than, developed in accordance to the regional development like Silek Pakih Rabun, Silek Lintau, Silek Inyiak Uban, Silek Starlak, Batu Mandi, Kumango, Silek Pauah, and so forth. Beside Silek, Minangkabau always follows the development of region (area) and science. Principally, the source of Silek Minangkabau derived from a single source created by Dt. Suri Dirajo. And development of Minangkabau area become more bigger which was stated in the history that the eastern Minangkabau was the old Malay area (melayu tua) and the northern covered Sriwijaya.
This was supported by a Budhisht priest, I'Tsing on his way home to China from his journey to Hindi 671. the most interesting thing to I'Tsing was a meanwhile of his journey to the capital area "Mo - Lo - Yoe" (Melayu) situated in the valley of Left Kampar and Right Kampar rivers in which at noon he had stopped on his own head shadow, that means it was situated under the equator line.
In addition to development of Silek Minangkabau which has been developed as well as development of new area. And as it has been stated earlier that the assignment of team to develop the area by Dt. Suri Dirajo and Dt. Nan Baduo ( Dt. Perpatiah nan Sabatang and Dt. Ketumanggungan) the science of Silek Minangkabau had been varied ;
  1. The science of Silek Harimau CampoAs it has been stated earlier that Harimau Campo was commandedto lead the team to the area of Luhak Agam. As it is familiar to Minangkabau people in Agam, the son of Tiger from Luhak Agam. "Harimau Campo" was also teach Silek Tuo (an olld Silek) to his generations which was dominanthy coloured with imitation movements of tiger from his home land.
  2. The science of Silek Kuciang SiamAs well as science of Silek Minangkabau developed in Canduang Lasi, thought by Kuciang Siam to his generations, prncipally was still Silek Tuo (an old Silek), but the movement was basically dominant with the movements of Cat, as the house pet to protect from the disturbance of rats. Cat movements are extremely soft and calm but too dangerous of it has caught its, when it is felt down on smashed, the first falling was its feets and would not be soundly, just like not step on the ground. In the movement of Silek, there is a movement called "Jatuah Kuciang" means fall down like cat.
  3. The science of Silek Kambiang HutanKan-Bin or Kambiang Hutan who was from Cambay northern Malabar was also inherited the science of Silek Tuo or Silek Usali thought by Dt. Suri Dirajo. The science of Silek Kambiang Hutan developed in the area of Luhak Lima Puluh Kota, the caracteristic of this kind of Silek acts more movements beside using hands it is also using head struck and feet crossing unsuspected by the rivals.
  4. Silek Aseli (Silek Tuo) an Old SilekOf the science of gayuang belonged to Dt. Suri Dirajo and its combination with the three sort of Silek above, was created a type of Silek varied from self-defence from Tanah Basa (the Basic Land). Caught this sort of Silek was so called Silek Langkah Tigo (three steps Silek) or Silek Usali than was named Silek Tuo, basically the main source was Gayuang or most well known with the target "Sajangka Duo Jari"
  5. The science of Silek Anjieng MualimAnjing Mualim was the name of An-jin from the southern of Hindi Persian or Gujarat, this science of Silek developed in Rantau Pesisir (foreign shore). When we take for granted the existence of Bukit Barisan (mountain range) streched from the North West to the Southern East, and from the central to the South it could be seen the Mountaineus ethnics commencing from Angola, Mandailing, Minangkabau, Lebong, Rawas, Relang Pasaman, Merapi mountain, Seblat mountain, Kaba mountain, and Dempo Mountain, as well as the river flows and goes to the estuary of these of Eastern Coast of Sumatera. This was the area where An-Jin leader for the development of foreign area as well as the grow of its society. This kind of Silek used the fighting movement and defence in form of circle.

THE DEVELOPMENT OF SILEK AFTER THE REFORMATION OF ISLAMIC

In the beginning of the fall of Minangkabau Kingdom there were also reformations of science of Silek in Minangkabau. Islam (Syi'ah) developed in Minangkabau in 1150. three young pilgrimage of Minangkabau came home from Mecca in 1803, to reform Islam, that was has chance had accured a political chaos in Minangkabau. The three pilgrimager were ;
  1. Haji Miskin from Luhak Tanah Datar whose Mosque was in his homeland Pandai Sikat
  2. Haji Piobang from Luhak Lima Puluh Kota
  3. Haji Sumaniak from Luhak Agam
The three man came home to Minangkabau to the purpose of Islamic Reformation, from Syi'ah belief to Wahabi belief. In this reformation era, the three were assisted by the five youngsters who has deeply learned of Islamic. They were Tuanku nan Renceh from Kamang, Tuanku nan Tuo from Cangkiang, Malin Putiah in Aia Tabik, Tuanku Pamansiang and Peto Syarif in Bonjol or is well known as Imam Bonjol. They were, in fact, more well known with the name of "Harimau nan Salapan" (the eight tiger).
The name of Harimau nan Salapan was honoured to them, in case of their way in the reformation of Islamic that time was thought to be in violence which was totally against by the custom groups. Lassly these eight tigers was more known with "Harimau nan Sambilan" (nine tigers), since Tuanku Rao was becoming the members of the group who came from Rao Pasaman, beside the religion expert, they were also the developer of Silek in Minangkabau.
For the tima being, actually, the inheritance Silek "Langkah Tigo" (three steps) or SilekTuo (an old Silek) started to be coloured dicussion an opinion of Islam education. From this site, than varied names and partys of Silek in Minangkabau started to develop, generally is perfected by the injection of spiritual strenght through discussion and ritual activity done base on Islamic education.
The more develop the areas and their culture the more worse the Minangkabau culture, aspecially Silek, more over the more invisible the history of originality of Silek in Minangkabau. The names of Silek ideology existed and develop this time was named on the man who teach it or on the area it comes from. This could be seen from some Silek ideologies well known in Minangkabau.

Silek KumangoKumango is a region in Sungai Tarab, Tanah Datar regency. This was developedby an Islamic developernamed Syech Abdurrahman or most well known with the name Syech Kumango (1825). Beside teaching religion, Syech Kumango was also teach the science of self defence Silek Tuo (an old Silek), which was coloured the inspiration of Islamic. Up to this time this sort of Silek has been called Silek Kumango, since the teacher was from Kumango.
To name of Silek ideology, from this case, we can state that it was taken from the name of the region or area where it derived from the man who taught it just as one of the pupil of Silek Kumango , Malin Marajo, as he developed this kind of Silek in Batu Sangkar, the ideology of his Silek was Called Silek Malin Marajo.
Beside some other provements; Silek Pakiah Rabun from Muaro Labuah, Silek Inyiak Uban from Maninjau, Silek Lintau from Lintau a region in Lubuak Jantan area in Lintau Buo Tanah Datar regency which was developed by St.(sutan)Ahmad Tuanku Laras Lintau in the beginning of 19th Century.
Silek Starlak, from Kamang in Agam Regency developed by Ulud Bagindo Chatib 1865.
The development of the school of Silek as well as their names, however, has a greater effect to the missunderstanding of the history of the grow of Silek in Minangkabau. Beside the variation of Silek ideology developed in Minangkabau, there has been lack of the existence of fighters of Silek in Minangkabau who totally comprehend or know the history of the scienceof Silek Minangkabau. This is, in fact, a sadly matter, in relevant to the progress of tchnology, most Minangkabau people has been referringto the import habit from foreignt country and more lack of the attention of the young people to the future of tradition cultureand custom which is said "ndak lapuak dek hujan ndak lakang dek paneh" (ever green)
And so that the education of Silek in Minangkabau at the moment seems to be rare. This is, in fact, regarded as the very secret system of Silek education itself, in which generally a teacher will teach his pupil at night, and so too the inherite such education just like the following word; "kok ndak ado nan sajangka cari nan saeto" (if there no a span find a cubicts).
This means in generating the science of Silek a teacher cannot teach it to every people, but only to their generation only (their dinasty) like child, nephew, or relative. Moreover in generating of science of Silek base on spiritual side, ritual discussions which are so called "Panaruahan" or saving, that why the population of Silek fighter in Minangkabau become more less than over. This can be proved by the lackness of a training center of traditional Silek in Minangkabau. 

In Silek training center, pupils are not only taught the science of Silek but also attitude, philosopy of life and Minangkabau custom and Culture. A pupil will be called "pendekar" when he has deeply learned and greatly comprehend the philosopy of life and Islamic religion teaching.
"ALAM TAKAMBANG JADIKAN GURU"
This can be said that experience is the best teacher, the pupil will learn more from the nature and has a greater respect to all thing he gets.
This ritual opinion "Alam Takambang Jadikan Guru" (nature is the best teacher) has a greater meaning covered universe and it's contains.
In Teaching Silek science, formally, a Silek teacher is also taught philosopy of life which is very useful in forming a personality of Silek fighter.in generating the skill of Silek, the pupil is also taught attitude, courtesy and inner personality.

Reading Al-Qur'an