Tampilkan postingan dengan label pujaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pujaan. Tampilkan semua postingan
Karenamu
Luruh rindu menderu dalam kalbu..
Bagai debu tersapu angin yang melaju..
Rindu menelusup ke aliran darah yang berpacu..
Menggetarkan nadi bagai lindu..
Mencairkan hati yang membeku..
Semua karenamu..
Label:
angin,
belaian,
Bulan di Air,
dapatkan mimpimu,
Dari Hati,
Diamku,
jernih,
keindahan,
Langit,
Langkah,
manja,
pagi,
pujaan,
sejujurnya,
Sendu,
Setitik,
setulusnya,
suara,
Tuhan
Misteri Hati
Terlupa sejenak anganku namun engkau hadir kembali..
Cukup sudah aku menyadari..
Bahwa kau adalah rasa..
Rasa yang takkan sirna..
Bahwa kau adalah hati..
Hati yang takkan pergi..
Aku mengerti..
Aku memahami..
Bahwa hati penuh misteri..
Begitu juga hatimu..
Begitu Engkau Bersujud
Begitu engakau bersujud, terbangunlah ruang
yang kau tempati itu menjadi sebuah masjid
Setiap kali engkau bersujud, setiap kali
pula telah engkau dirikan masjid
Wahai, betapa menakjubkan, berapa ribu masjid
telah kau bengun selama hidupmu?
Tak terbilang jumlahnya, menara masjidmu
meninggi, menembus langit, memasukialam makrifat
Setiap gedung, rumah, bilik atau tanah, seketika
bernama masjid, begitu engkau tempati untuk bersujud
Setiap lembar rupiah yang kau sodorkan kepada
ridha Tuhan, menjelma jadi sajadah kemuliaan
Setiap butir beras yang kau tanak dan kau tuangkan
ke piring ke-ilahi-an, menjadi se-rakaat sembahyang
Dan setiap tetes air yang kau taburkan untuk
cinta kasih ke-Tuhan-an, lahir menjadi kumandang suara adzan
Kalau engkau bawa badanmu bersujud, engkaulah masjid
Kalau engkau bawa matamu memandang yang dipandang
Allah, engkaulah kiblat
Kalau engkau pandang telingamu mendengar yang
didengar Allah, engkaulah tilawah suci
Dan kalau derakkan hatimu mencintai yang dicintai
Allah, engkaulah ayatullah
Ilmu pengetahuan bersujud, pekerjaanmu bersujud,
karirmu bersujud, rumah tanggamu bersujud, sepi
dan ramaimu bersujud, duka deritamu bersujud
menjadilah engkau masjid
Dr. Emha Ainun Najib
Rimba gelap di depanmu
Rimba Gelap di Depanmu
rimba gelap di depanmu
loncat masuk! -dan bukan berpikir
kapal di belakangmu musnah terbakar dan api terus bernyala-nyala
api terus berkobar, menjilat-jilat, meremuk masa silammu
sedang gelombang samudera terus menderu, mengguncang setiap pertimbangan
dan akan menerkam semua pengecut yang dungu, yang tertegun dan bimbang
terjun! - dan jangan bertanya mana jalan, berapa jauh tepian
pertanyaan mesti dibereskan dengan pertanyaan. Api yang memerah
harus menjadi perlambang bai panas jiwa, dan suara lautan
adalah gemuruh semangat, gelegak darah yang pantang bagai malaikat kegelapan,
Perempuaku'tidak untuk dijabarkan'
Adam tidak membiarkan matanya kosong bertanya-tanya kapan
dan di mana berada gunung kenikmatan, tapi Hawa yang telanjang
langsung diterkam dan direguknya! - berkat tangan gelap Tuhan
dan pecahlah keperawanan bumi. Kemudian bermula riwayat
di atas ladang-ladang misteri. - Demikianlah bayangan hidup
di mana seseorang harus hadir dan berangkat begitu saja
kekhawatiran, ketakutan, keasingan yang terbungkus dalam tiap pengamatan
itu sah milik kita dan sangatlah diperlukan, tapi kapan?
seseorang tidak boleh mati dipecundang oleh akal yang
senantiasa menipiskan harapan
seseorang harus tetap hidup sementara kaku penimbangan
membuatnya terkencing-kencing
dan bersembunyi di belakang kata-kata manis yang berdesir
lunak di telinga khalayak
tapi di manakah letak Tuhan? Di dalam kegelapan itu, di manakah
Ia berjaga sambil memainkan peranannya diamdiam?
barangkali cuma bisa dilayani dengan Iman atau beberapa
tipuan yang mengasyikkan
tetapi urusan kita hanyalah perbuatan
dan berpikir sambil berjalan
Perempuanku,
hidup kita hanyalah
menembus kelam
mengetuk setiap pintu
sambil berdebar
menanti jawaban......
Dr. Emha Ainun Nadjib
Merasuk Dalam Asma Allah Semesta
Merasuk dalam asma Allah semesta
aku berjalan menerobos gerimis di hari senja
Aku dengan seluruh gelegak pesonaku
Menggenggam wajahmu. Agar sampai
Angan rinduku di keharibaanmu
Apakah namanya ini jika bukan taqarrub?
Membiaska semangat cinta kasih dalam wujud
Maka terimalah sembahyang kami, Semestaku
Janganlah berdiri kaku di situ. Ikutlah terlibat
Dalam pelukan ini. Agar mutlak peristiwa sujud kami
dapun jika sesat nafsu membakar
Itu adalah soal yang harus dperjuangkan
Itu dosa bagi perjanjian. Tapi bukan
Bagi kedamaian kita, bagi kerelaan dan pengorbanan
Allah sang Dewa Cinta
Tidaklh berpandangan kaku
atau cuci tangan
Terhadap gelombang jiwa yang ingin tenggelam
Allah
Dengan segala perbendaharaan-Nya yang mentakjubkan
Mengupas kening kita
Dan meniupkan permaafan
Seperti kau ketahui
Ia bagaikan cakrawala
kegaibannya sering tak kentara
Tapi menjamin kelelapan tidur kita
Maka supaya terjilat bayangan-Nya
Aku berjalan menerobos gerimis di suatu hari senja
Aku menerobos gerimis yang tak habisnya turun dalam jiwa
Yang membasahi nyawa
Aku ikut irama lagunya
Merasuk dalam asma Allah semesta
Dr. Emha. Ainun Nadjib
aku berjalan menerobos gerimis di hari senja
Aku dengan seluruh gelegak pesonaku
Menggenggam wajahmu. Agar sampai
Angan rinduku di keharibaanmu
Apakah namanya ini jika bukan taqarrub?
Membiaska semangat cinta kasih dalam wujud
Maka terimalah sembahyang kami, Semestaku
Janganlah berdiri kaku di situ. Ikutlah terlibat
Dalam pelukan ini. Agar mutlak peristiwa sujud kami
dapun jika sesat nafsu membakar
Itu adalah soal yang harus dperjuangkan
Itu dosa bagi perjanjian. Tapi bukan
Bagi kedamaian kita, bagi kerelaan dan pengorbanan
Allah sang Dewa Cinta
Tidaklh berpandangan kaku
atau cuci tangan
Terhadap gelombang jiwa yang ingin tenggelam
Allah
Dengan segala perbendaharaan-Nya yang mentakjubkan
Mengupas kening kita
Dan meniupkan permaafan
Seperti kau ketahui
Ia bagaikan cakrawala
kegaibannya sering tak kentara
Tapi menjamin kelelapan tidur kita
Maka supaya terjilat bayangan-Nya
Aku berjalan menerobos gerimis di suatu hari senja
Aku menerobos gerimis yang tak habisnya turun dalam jiwa
Yang membasahi nyawa
Aku ikut irama lagunya
Merasuk dalam asma Allah semesta
Dr. Emha. Ainun Nadjib
Label:
Aku,
angin,
Bulan di Air,
Cintamu. manja,
dapatkan mimpimu,
Dari Hati,
Detik,
hadirmu,
jernih,
keindahan,
Langit,
Langkah,
Malam,
manja,
perjuangan,
pujaan,
Rahasia,
sejujurnya
Merendah diri itulah ketinggianmu
Merendah diri itu, di sanalah letaknya ketinggianmu
Engkau pandai atau berilmu, banyak orang
mendapat manfaat darimu
Engkau rasa dirimu tidak berguna
atau tiada jasa apa-apa di sinilah kemuliaanmu
Pandai engkau bergaul di semua golongan masyarakat
Engkau meletakkan diri pada tempatnya
Di sanalah semua golongan boleh menghormatimu
Pemurahnya engkau, di situlah rezekimu di dunia
Ertinya engkau tidak akan papa
Di Akhirat kelak harta dan kekayaan bagimu
Engkau tidak suka nama dan glamour
Kalau engkau orang yang berjasa
Banyak orang mendapat faedah dari pertolonganmu,
dari jasamu
Nama dan glamour tetap ada walaupun tidak dipinta
Nama yang bersih tanpa diminta
Nama dan glamour yang diminta lambat-laun orang benci
Setiap kali pula Tuhan mengangkat darjatmu di sisi-Nya
Kalau engkau sentiasa baik hati dengan manusia
Dengan manusia engkau baik sangka
Tidak pernah berdendam dan dengki dengan insan
Mudah engkau memaafkan orang
Di situlah ketenangan dan kebahagiaan jiwamu
Jika engkau sentiasa bertawakal dengan Allah
Engkau tidak akan risau dengan masa depanmu
Dr. Hj Ashaari Muhammad
Telaga Rindu
| Segunung rindu mencengkram syahdu.. Menyimpan rasa sepenuh waktu.. Setiap kupandang matamu.. Kulihat telaga bening di matamu.. Telaga yang meneduhkan hatiku.. Menyiram air yang membangkitkan hidupku. Telaga rindu.. |
Terkenang
| Berhamburan namamu kukenang.. Meluruhkan rasa yang terus datang.. Beterbangan pesona memenuhi alam pikiranku.. Mengingat hari-hari indah bersamamu.. Menutupi mataku mengukir nostalgia saat bersamamu.. |
Karenamu
| Kau diciptakan nyata dihadapanku.. Kau injak bumi ini dengan langkahmu.. Kau sibakkan tirai yang menutup hatiku.. Kau terangi hatiku lewat jendela hatimu.. Kau luluhknn kebisuan yang membungkam diriku.. Karenamu… |
setulusnya
|
Wahai pujaan.. Rasa yang tiba dari relung hati memilihmu sebagai pujaan hdupku.. Aku pun tak sanggup mengelaknya.. Karena sejujurrnya jiwa dan raga ini pun merestuinya.. Setulusnya kau adalah pujaan hatiku.. |
Langganan:
Postingan (Atom)


